Duka masih begitu pekat di Cisarua. Proses pencarian dan identifikasi korban longsor di Bandung Barat ini belum juga usai, menyisakan nestapa bagi keluarga yang menunggu.
Suasana haru dan pilu langsung terasa begitu kaki menginjak Pos DVI di Puskesmas Pasirlangu. Di lereng Gunung Burangrang itu, tangis pecah silih berganti. Keluarga korban dari Pasir Kunci dan Pasir Kuda duduk lesu, berharap-harap cemas menanti kabar orang tercinta yang masih hilang.
Wajah-wajah lelah terpantau di pelataran musala. Beberapa relawan berusaha menenangkan seorang ibu yang histeris. Yang lain hanya terduduk, tatapan kosong mereka mengikuti setiap ambulans yang masuk membawa kantong jenazah. Setiap kedatangan kendaraan evakuasi disambut gemuruh doa, yang hampir selalu disela oleh jerit tangis yang menyayat.
Menurut pantauan di lokasi pada Senin (26/1), tim SAR gabungan memang masih aktif mengangkut korban. Keluarga yang menunggu pun telah menjalani sejumlah prosedur, termasuk pengambilan sampel untuk tes DNA. Semua itu demi satu hal: memastikan identitas.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, memberikan update terbaru.
Dari jumlah itu, kata Hendra, 20 korban sudah berhasil diidentifikasi lewat pencocokan data dan sebagian bahkan sudah bisa dipulangkan ke keluarganya. Namun begitu, pekerjaan masih panjang. Masih ada 14 kantong jenazah yang proses identifikasinya belum selesai.
“Untuk kasus tertentu yang butuh pemeriksaan DNA, waktunya memang lebih lama. Jenazahnya kami semayamkan dulu di rumah sakit rujukan,” jelasnya. Prosesnya memang tak bisa dipaksakan, butuh ketelitian ekstra.
Artikel Terkait
Prabowo di Dewan Perdamaian Trump: Diplomasi atau Pengkhianatan Prinsip?
Iran Siaga Perang Total, Balas Setiap Serangan AS
Sudan Terbelah, Darurat Kemanusiaan, dan Panggilan bagi Indonesia
Trump Bentuk Dewan Perdamaian, 10 Alasan Mengapa Langkah Ini Dianggap Bermasalah