Di sisi lain, Rutte menegaskan bahwa komitmen AS pada klausul pertahanan bersama NATO tetap solid. Hanya saja, Washington punya harapan jelas: Eropa harus terus meningkatkan belanja militernya. "Mereka butuh kawasan Euro-Atlantik yang aman, dan tentu saja Eropa yang aman. Jadi kepentingan AS di NATO itu sangat besar," paparnya.
Ia juga menolak gagasan yang sempat dilontarkan komisioner pertahanan Uni Eropa, Andrius Kubilius, soal kemungkinan membentuk pasukan pertahanan Eropa yang mandiri. Bagi Rutte, ide itu justru berbahaya.
"Itu cuma akan mempersulit keadaan. Saya yakin (Presiden Rusia Vladimir) Putin akan senang mendengarnya. Jadi, pikirkan sekali lagi," tukasnya.
Soal Greenland, Rutte mengaku sudah mencapai kesepahaman dengan Trump bahwa NATO akan lebih aktif dalam pertahanan kawasan Arktik. Tapi urusan kehadiran militer AS di pulau itu, ia serahkan sepenuhnya pada pemerintah Greenland dan Denmark.
"Saya tidak punya mandat untuk bernegosiasi atas nama Denmark. Jadi saya tidak melakukannya, dan tidak akan," katanya singkat.
Artikel Terkait
Prabowo di Dewan Perdamaian Trump: Diplomasi atau Pengkhianatan Prinsip?
Iran Siaga Perang Total, Balas Setiap Serangan AS
Sudan Terbelah, Darurat Kemanusiaan, dan Panggilan bagi Indonesia
Trump Bentuk Dewan Perdamaian, 10 Alasan Mengapa Langkah Ini Dianggap Bermasalah