Sang Jagal Merkava, Ibrahim Al-Balbisi Rahimahullah
Namanya Ibrahim al-Balbisi. Tapi di kalangan Brigade al-Qassam, ia lebih dikenal sebagai "Jagal Merkava". Julukan itu melekat karena keberaniannya yang luar biasa menghadapi tank-tank lapis baja Israel. Sosoknya menjadi legenda, terutama setelah sebuah ucapan darinya viral: “Hallil ya Duwairi-Analisa wahai Duwairi!”. Teriakan itu terdengar saat pertempuran sengit di timur kamp al-Bureij, menggambarkan semangat tempur yang tak pernah padam.
Ia lahir di kamp al-Nuseirat, Gaza tengah, pada 12 Januari 1995. Usianya masih sangat muda, sekitar 29 tahun, ketika akhirnya gugur. Sebelumnya, Ibrahim sempat menempuh pendidikan di bidang pendingin dan AC di Palestine Technical College, Deir al-Balah. Hidupnya tak cuma soal jihad. Ia juga punya keterkaitan erat dengan dunia olahraga di Gaza. Makanya, namanya tercatat dalam daftar syuhada sektor olahraga Palestina. Sebuah sisi lain dari seorang pejuang.
Perjalanan jihadnya panjang dan penuh pengorbanan. Ibrahim terlibat dalam berbagai pertempuran sengit, terutama di daerah Juhur al-Dik. Bersama rekan-rekannya, mereka bertahan di sana selama setidaknya satu bulan penuh. Tanpa pernah mundur. Mereka berulang kali menggagalkan upaya musuh untuk maju.
Ada satu operasi yang benar-benar menonjol. Setelah gencatan senjata pertama, Ibrahim dan mujahidin lainnya terlibat baku tembak sengit. Mereka menghadapi tidak kurang dari 60 tentara Israel di posisi timur Juhur al-Dik. Pertempuran itu berhasil menewaskan dan melukai sejumlah dari mereka. Kabar operasi ini kemudian diumumkan oleh Brigade al-Qassam.
Artikel Terkait
Malumologi: Saat Rasa Malu Tak Lagi Menjadi Rem bagi Koruptor
Sekjen NATO Ingatkan Eropa: Tanpa AS, Pertahanan Sendiri Hanya Mimpi
Sindiran Angin Tak Punya KTP Justru Bukti Anies Paling Jujur Soal Polusi Jakarta
Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin Dipolisikan ke Polda Metro Jaya