Di sisi lain, sikapnya di medan perang tak pernah berubah: tak gentar. Ia terus menyerang posisi dan kendaraan lapis baja musuh, bahkan hingga hari-hari terakhirnya di timur kamp al-Bureij. Setelah musuh mundur dari sana, ia pun kembali ke salah satu posisi tempur di kamp kelahirannya, al-Nuseirat.
Namun, takdir berkata lain.
Pada malam Kamis menuju Jumat, 25-26 Januari 2024, pesawat Israel menyerang sebuah rumah di daerah al-Husaynah, kamp al-Nuseirat. Rumah itu menjadi tempat pengungsiannya. Serangan biadab itu merenggut nyawanya. Ia gugur syahid bersama saudara-saudara seperjuangannya.
Kini, ia telah pergi. Semoga Allah menerima semua amalnya, mengampuni segala khilaf, dan menjadikan surga Firdaus sebagai tempat kembalinya. Semoga ia dikumpulkan bersama para syuhada dan orang-orang shalih.
Artikel Terkait
Nestapa di Lereng Burangrang: 34 Jenazah Diterima DVI, 23 Marinir Tertimbun Longsor
Ketika Korban Melawan, Hukum Justru Berbalik Menjerat
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Ketika Boikot Dibilang Percuma, Seorang Netizen Ingatkan Kisah Semut dan Nabi Ibrahim