Di sisi lain, sikapnya di medan perang tak pernah berubah: tak gentar. Ia terus menyerang posisi dan kendaraan lapis baja musuh, bahkan hingga hari-hari terakhirnya di timur kamp al-Bureij. Setelah musuh mundur dari sana, ia pun kembali ke salah satu posisi tempur di kamp kelahirannya, al-Nuseirat.
Namun, takdir berkata lain.
Pada malam Kamis menuju Jumat, 25-26 Januari 2024, pesawat Israel menyerang sebuah rumah di daerah al-Husaynah, kamp al-Nuseirat. Rumah itu menjadi tempat pengungsiannya. Serangan biadab itu merenggut nyawanya. Ia gugur syahid bersama saudara-saudara seperjuangannya.
Kini, ia telah pergi. Semoga Allah menerima semua amalnya, mengampuni segala khilaf, dan menjadikan surga Firdaus sebagai tempat kembalinya. Semoga ia dikumpulkan bersama para syuhada dan orang-orang shalih.
Artikel Terkait
Mantan Polisi Ungkap Alasan Mundur, Kini Justru Jadi DPO
Bupati Bone Serahkan 150 Paket Ramadan untuk Penyandang Disabilitas
Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun Lagi, Galeri24 dan UBS Terekoreksi
Bandara Arung Palakka Buka Posko Mudik, Pantau Lonjakan Penumpang Jelang Lebaran