TNI Bersihkan Sisa Banjir di Sembilan Sekolah Tapanuli, Belajar Tetap Berjalan

- Senin, 26 Januari 2026 | 19:50 WIB
TNI Bersihkan Sisa Banjir di Sembilan Sekolah Tapanuli, Belajar Tetap Berjalan

Di Tapanuli Tengah dan Selatan, Sumatera Utara, suasana gotong royong masih terasa. Personel TNI AD masih sibuk membersihkan sisa-sisa bencana yang melanda sejumlah sekolah. Tujuannya jelas: agar anak-anak bisa kembali belajar dengan normal secepat mungkin.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (26/1/2026), setidaknya sembilan sekolah masih dalam tahap pembersihan. Lumpur dan material banjir yang memenuhi ruang kelas perlahan-lahan diangkut. Di lokasi seperti SD 100723 Desa Aek Ngadol dan Madrasah Ibtidaiyah Hutagodang, upaya pemulihan ini masih berlangsung. Begitu pula di SMA Santo Fransiskus Aek Tolang dan SD 155680 Tukka.

Namun begitu, ada juga titik-titik terang. Di beberapa tempat, hasil kerja keras mereka sudah tampak. Halaman SMP Fransiskus, misalnya, kini sudah bersih. Kondisi yang sama terlihat di SDN 152981 Tukka 1A dan 1B. Bangunannya sudah rapi, siap lagi untuk diisi riuh rendah siswa.

“Kami berharap para siswa bisa segera kembali belajar dengan nyaman,” kata seorang personel yang enggan disebut namanya, sambil menyeku keringat. Semangat mereka tak surut meski pekerjaan berat.

Memang, proses belajar mengajar sebenarnya sudah dimulai lagi sejak 5 Januari lalu. Pemerintah setempat menerapkan skema yang fleksibel. Untuk sekolah yang rusak parah, kegiatan dipindahkan ke tenda darurat. Sementara yang kerusakannya tidak terlalu berat, seperti beberapa sekolah yang disebutkan tadi, diperbaiki dan dibersihkan bertahap.

Selain sekolah-sekolah tadi, pembersihan juga masih berjalan di MTs Negeri Sibolga Aek Parombunan, SDN 155678 Hutanabolon 2, dan SDN 155680 Bonalumban Lingkungan 1. Upaya ini merupakan bagian dari kolaborasi TNI dan pemerintah daerah. Sebuah langkah konkret untuk memulihkan sektor pendidikan pascabencana di Tapanuli.

Dengan pembersihan intensif ini, harapannya jelas. Lingkungan sekolah yang aman dan layak bisa segera dirasakan lagi oleh para siswa. Proses belajar tak boleh terhenti lama.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar