Partai Anies Baswedan: Ujian Berat Bagi PKS
Oleh: Erizal
Di tengah hiruk-pikuk peta politik, ancaman terbesar justru tidak datang dari partai-partai besar macam PDIP atau Golkar. Ancaman itu mengarah ke PKS. Pemicunya? Berdirinya Partai Gerakan Rakyat yang digawangi Anies Baswedan.
Buktinya sudah terlihat nyata di Pilkada serentak kemarin. Kader-kader internal PKS yang maju, banyak yang tumbang. Menurut sejumlah saksi di lapangan, salah satu faktornya adalah ketidakhadiran nama Anies Baswedan di sana.
Ambil contoh Jakarta dan Depok. Dua wilayah ini selalu jadi basis kuat PKS. Namun kali lain, pengaruh mereka seperti menguap. Calon yang diusung tumbang. Kenapa? Ya, lagi-lagi karena tak ada Anies.
Memang, PKS punya alasan. Mereka bilang, situasi waktu itu tak memungkinkan untuk mengusung Anies sendiri. Perubahan aturan Pilkada di menit-menit akhir oleh MK memaksa mereka bertahan dengan keputusan awal. Untuk Jakarta, semuanya sudah terlambat. Akhirnya, mereka kalah bersama Ridwan Kamil.
Di sisi lain, pengaruh Anies terhadap basis pemilih PKS ternyata sangat besar. Efeknya tidak cuma di Jakarta, tapi merembet ke daerah lain seperti Depok. Kota yang dulu dianggap ‘benteng’ PKS itu pun ikut gonjang-ganjing.
Mungkin itu sebabnya, reaksi PKS terhadap kelahiran partai baru Anies terasa sangat dingin. Hampir tak ada komentar resmi. Para kadernya di media sosial juga memilih diam. Diam yang penuh tanya: apakah ini strategi, atau justru pertanda kecemasan?
Sebenarnya, PKS bukan baru pertama kali diuji. Dulu, saat Partai Gelora bentukan Anis Matta berdiri, banyak yang meramalkan suara PKS akan tergerus. Nyatanya? Tidak. Malah suara mereka bertambah signifikan.
Tapi begitu, ada catatan penting. Ketahanan PKS waktu itu lebih karena mereka memilih mendukung Anies Baswedan. Sementara Partai Gelora justru berani mendukung Prabowo. Jadilah PKS leluasa memungut suara dari pemilih yang mayoritas pro-Anies, tanpa pesaing berarti.
Sekarang pertanyaannya beda. Bagaimana jika Anies sendiri yang jadi pesaing? Saat Pemilu 2029 nanti, akankah PKS bisa melewati ujian ini? Mereka selamat dari Anis Matta, tapi apakah akan sama beruntungnya menghadapi Anies Baswedan?
Mustahil rasanya PKS akan ikut-ikutan mendukung Anies melalui Partai Gerakan Rakyat. Itu namanya bunuh diri politik menyerahkan suara mereka dengan sukarela.
Tapi pilihan lain juga berisiko. Kalau PKS malah mendukung Prabowo di 2029, apa jadinya? Bisa-bisa suara mereka justru lari ke partai Anies. Agaknya, PKS harus segera turun ke basis. Mereka perlu menjelaskan, kenapa harus berpisah jalan dengan Anies Baswedan.
Kelebihan dan kekurangan Anies mestinya sudah jadi bahan diskusi di setiap tingkatan kader. Kasus anak petinggi yang pindah ke PSI harus jadi pelajaran. Jangan sampai terulang lagi. Begitulah kira-kira.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Gerak Cepat Tangani Kasus Santri Diduga Dipaksa Pakai Vape Berbahaya di Pangkep
Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, Wacana Film Layar Lebar Mengemuka
KAI Tutup 1.800 Perlintasan Liar yang Dinilai Picu Kecelakaan Kereta Api
Hujan Ringan hingga Sedang Diprediksi Guyur Sebagian Besar Wilayah Sulsel Sepanjang Hari