Longsor di Cisarua Tewaskan 10 Jiwa, 82 Warga Masih Dicari

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:18 WIB
Longsor di Cisarua Tewaskan 10 Jiwa, 82 Warga Masih Dicari

Dini hari yang gelap itu tiba-tiba berubah menjadi malam yang mengerikan. Lereng Gunung Burangrang di Cisarua, Bandung Barat, ambrol diterjang tanah longsor pada Sabtu (24/1). Hujan yang mengguyur tanpa henti diduga menjadi pemicu utamanya.

Akibatnya sungguh parah. Menurut data BPBD Jawa Barat yang dikutip Antara, setidaknya 30 rumah terkena dampak. Satu di antaranya hancur berantakan. Yang lebih memilukan, bencana ini merenggut nyawa 10 orang. Sampai berita ini diturunkan, petugas gabungan masih berjuang mencari 82 warga lainnya yang dilaporkan hilang. Pencarian terus berlanjut di tengah kondisi yang sulit.

Di sisi lain, upaya evakuasi warga yang selamat sudah dilakukan dengan cepat. Sekitar 400 orang kini harus mengungsi, meninggalkan rumah mereka yang tak lagi aman. Mereka ditampung di sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Bambang Imanudin, menjelaskan kesigapan timnya.

"Untuk penanganan korban, kami sudah menyiapkan sejumlah pos, mulai dari pos utama hingga pos lapangan. Pos lapangan berada di bawah, termasuk di posko Basarnas," ujarnya pada Sabtu lalu.

Namun begitu, tantangan di lapangan masih besar. Bambang menambahkan bahwa para pengungsi saat ini sangat membutuhkan bantuan logistik dasar. Kebutuhannya mendesak: matras, selimut, sampai bahan pokok untuk bertahan hidup di penampungan sementara.

Kabarnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mulai mengirimkan bantuan ke lokasi bencana. Tujuannya jelas: memastikan kebutuhan para penyintas bisa terpenuhi selama masa darurat ini.

"Untuk logistik, kami berharap semuanya tercukupi, termasuk bantuan dari pemerintah provinsi yang sudah mulai masuk," pungkas Bambang.

Suasana di Cisarua masih mencekam. Harapan untuk menemukan warga yang hilang masih ada, meski waktu terus bergulir.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar