Jelas, pilihannya punya konsekuensi. Saat ini, Rustam masih berstatus tersangka dalam klaster pertama, bersama Kurnia Tri Rohyani dan Muhammad Rizal Fadillah. Mereka bertiga sudah diperiksa di Polda Metro Jaya pada Kamis (22/1/2026). Sementara di klaster kedua, ada nama-nama seperti Roy Suryo dan Rismon Hasiholan Sianipar yang juga telah menjalani pemeriksaan. Total, ada delapan tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah Jokowi ini.
Dengan menolak RJ, Rustam dan dua rekannya di TPUA itu membuka kemungkinan proses hukum berlanjut hingga ke pengadilan. Risikonya nyata: berkas bisa dilimpahkan ke kejaksaan, dan ancaman pidana pun mengintai. Tapi, sepertinya mereka sudah siap. "Mungkin kalau untuk Bang Eggi silakan, Bang DHL silakan, tapi kami dari TPUA tiga orang ini kami sepakat kita maju terus, apapun risikonya," kata Rustam.
Sikap ini sekaligus menandai perpecahan di internal TPUA. Dulu, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis adalah figur sentral. Kini, Rustam dan dua kawannya memilih jalur yang lebih konfrontatif. Bukan cuma perkara hukum, ini juga terasa seperti pernyataan politik.
Soal 'Orang Besar' yang Disinggung Jokowi
Sebelumnya, Jokowi beberapa kali menyebut ada 'orang besar' di balik kasus ijazahnya yang bergulir bertahun-tahun. Nah, Rustam punya jawabannya. Menurut dia, orang besar itu bukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau partai politik tertentu.
Rustam menegaskan, Eggi Sudjana-lah yang selama ini menggugat keabsahan ijazah Jokowi. "Bukan orang lain, bukan partai-partai lain, bukan Pak SBY atau bukan PDIP. Eggi Sujana. Ini saya ngomong jujur," serunya. Dia bahkan menantang Jokowi untuk bertanya langsung ke Eggi.
Di sisi lain, Jokowi sendiri sejak lama meyakini isu ini punya muatan politik. Dalam sebuah wawancara, dia menyatakan yakin dengan keaslian ijazahnya dan memilih jalur hukum sebagai tempat menguji tudingan tersebut.
Presiden juga merasa ada operasi politik yang sengaja menjaga isu ini tetap hidup. Tujuannya, menurut dia, untuk menurunkan citra. Meski begitu, Jokowi enggan menyebut nama siapa 'orang besar' yang dimaksud. "Ya, saya kira gampang ditebak lah. Tapi (saya) tidak tidak berusaha sampaikan," ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Jokowi mengajak semua pihak untuk fokus pada tantangan bangsa yang lebih besar, seperti perubahan iklim dan perkembangan teknologi, ketimbang berkubang dalam isu yang dianggapnya ringan dan menguras energi.
Artikel Terkait
Gus Ipul Serahkan Langsung Rp4,05 Miliar untuk Ahli Waris Korban Banjir Aceh Utara
Situbondo Terendam, Bantuan Kemensos Dikirim Cepat ke Lokasi Banjir
Longsor di Cisarua Tewaskan 10 Jiwa, 82 Warga Masih Dicari
Affinity: Cinta dan Rahasia Genetika yang Terungkap di Tahun 2051