Leave Gaza alone
Biarkan Gaza Menentukan Nasib Sendiri
✍🏻 Mosab Abu Toha
Jalan menuju perdamaian sebenarnya tak serumit yang dibayangkan. Menurut Mosab Abu Toha, kuncinya sederhana: hentikan pendudukan, dan kembalikan hak-hak rakyat Palestina yang telah direnggut sejak 1948. Itu saja.
Kami, rakyat Palestina, harus jadi penentu utama masa depan kami sendiri. Mustahil bicara soal perdamaian sementara tanah kami dijajah, hidup kami dikungkung, dan suara kami tak didengar. Rasanya seperti lelucon pahit.
Dan perdamaian itu jelas tak bisa dipaksakan oleh pihak-pihak yang justru ikut menciptakan nestapa kami. Kalian pasti tahu siapa yang saya maksud.
Intinya, berhentilah mendukung para penindas kami. Hentikan dukungan pada mereka yang membunuh rakyat kami.
JUSTICE FOR PALESTINE
Mosab Abu Toha bukan nama asing lagi. Dia seorang penulis dan penyair asal Gaza, juga seorang cendekiawan sekaligus pustakawan. Dialah orang di balik berdirinya Perpustakaan Edward Said perpustakaan berbahasa Inggris pertama di Gaza.
Namun hidupnya tak mudah. November 2023 silam, dia sempat ditahan pasukan Israel saat berusaha mengungsikan keluarganya ke Mesir. Setelah melalui proses interogasi, akhirnya dia dibebaskan.
Kini, dari kejauhan, dia terus menuliskan catatan sejarah perang. Karyanya yang tajam dan menghunjuk jiwa di The New Yorker bahkan mengantarnya meraih Penghargaan Pulitzer untuk Komentar pada 2025. Sebuah pengakuan untuk suara yang tak pernah benar-benar ia tahan.
Artikel Terkait
Suami di Minahasa Utara Ancam Istri dengan Senapan Angin, Polisi Amankan Pelaku dalam 15 Menit
Kakek 72 Tahun Jadi Buronan 7 Bulan Usai Aniaya Majikan hingga Jari Putus karena Masalah Upah
Bupati Bone Lantik Pengurus Apkesmi dan Dorong Percepatan Penanganan Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
Polisi Bongkar Penimbunan 1.575 Liter Pertalite di Probolinggo, Tujuh Tersangka Diamankan