Dia menyebut hari ini telah terjadi ketimpangan yang besar dari pertumbuhan jumlah penduduk dengan lahan pertanian.
"Penduduk kita bertambah 3 juta orang setiap tahun, sekitar 5 bayi per menit.
Tahun 2045 diprediksi kita sudah mencapai 324 juta jiwa. Sementara di sisi lain, lahan pertanian kita terus berkurang 100.000 hektar setiap tahun.
Pak Prabowo menyadari hal ini, bahwa kita sangat rentan kelaparan," jelasnya.
Bagi Prabowo Subianto, lanjut Budisatrio, masalah tersebut tidak bisa diselesaikan dengan mengandalkan impor bahan pangan.
Belajar dari Pandemi dan situasi dunia, hal tersebut sangat beresiko.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: indonewstoday.com
Artikel Terkait
Influencer Crypto Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi, Korban Rugi Rp3 Miliar
Pandji Pragiwaksono dan Seni Mengubah Kontroversi Jadi Kontrak Netflix
PDIP Usung 21 Rekomendasi, Soroti Kedaulatan hingga Ancaman Otoritarian
Sudirman Said Bicara Tegas: Indonesia Alami Bencana Institusional