KPK Geledah Lokasi di Pati untuk Perkuat Bukti Kasus Pemerasan Perangkat Desa

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:45 WIB
KPK Geledah Lokasi di Pati untuk Perkuat Bukti Kasus Pemerasan Perangkat Desa

Jakarta tengah diguncang operasi tangkap tangan KPK pekan lalu, dan kini gelombangnya masih terasa. Komisi Pemberantasan Korupsi ternyata belum berhenti. Mereka justru semakin gencar melakukan penggeledahan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tujuannya jelas: mengumpulkan sebanyak mungkin barang bukti terkait kasus dugaan pemerasan dalam seleksi calon perangkat desa.

Menurut sejumlah saksi, suasana di lokasi penggeledahan tegang namun tertib. Penyidik tampak sibuk memeriksa satu per satu dokumen dan barang yang diduga terkait kasus ini.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan hal itu melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu, 28 Februari 2026. Ia mengatakan penggeledahan ini dilakukan untuk memperkuat bukti, khususnya terhadap para pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tidak menutup kemungkinan dari rangkaian pemeriksaan maupun penggeledahan yang dilakukan, jika ditemukan bukti lainnya, penyidikan akan dikembangkan," tegas Budi.

Soal detil barang bukti apa saja yang sudah berhasil diamankan, Budi enggan berkomentar lebih jauh. Ia hanya menyebutkan bahwa semua barang yang diambil penyidik masih dalam proses penelaahan. Proses ini krusial untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak-pihak lain yang belum tersentuh.

Di sisi lain, publik sudah mengetahui siapa saja yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Ada empat nama yang disebut: Bupati nonaktif Pati Sudewo (SDW), lalu Kades Karangrowo Abdul Suyono (YON), Kades Arumanis Sumarjion (JION), dan terakhir Kades Sukorukun Karjan (JAN).

Mereka dijerat dengan pasal yang berat, yakni Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999, yang sudah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 20 huruf c KUHP. Pasal ini kerap digunakan untuk menjerat tindak pidana korupsi yang melibatkan penyalahgunaan wewenang.

Kasus ini seperti gunung es. Penggeledahan yang masif ini menunjukkan bahwa KPK serius ingin membongkar sampai ke akar-akarnya. Masyarakat Pati pun kini menunggu, perkembangan apa lagi yang akan terungkap dalam hari-hari mendatang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar