Suasana di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri di Ketapang, Kalbar, mendadak ricuh Minggu sore lalu. Sekelompok warga negara asing asal China diduga jadi biang keributan. Mereka tak hanya bikin onar, tapi juga merusak properti perusahaan dan bahkan menyerang personel TNI yang ada di lokasi.
Menurut sejumlah saksi, aksi itu berlangsung cepat tapi brutal. Parang dan senjata mirip airsoft gun mereka bawa. Imbasnya, lima anggota TNI jadi korban. Dua kendaraan milik perusahaan sebuah mobil dan sepeda motor dilaporkan rusak berat akibat ulah mereka.
Chief Security PT SRM, Imran Kurniawan, membenarkan hal itu.
"Dalam aksi penyerangan ini, satu mobil dan sepeda motor perusahaan kami dirusak oleh WN China," ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Lantas, apa pemicunya?
Semuanya berawal dari sebuah drone. Sekitar pukul tiga setengah sore, empat WNA China itu terlihat menerbangkannya di atas area operasional tambang. Iwan, seorang petugas keamanan setempat yang sedang bertugas, mencoba menghentikan mereka. Situasi pun memanas dengan cepat dari sana.
Dari lokasi kejadian di Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, petugas kemudian menyita barang bukti: sebilah parang lengkap dengan sarungnya. Pihak kepolisian kini tengah mendalami duduk perkaranya.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menyebut pihaknya masih mengumpulkan informasi.
"Sementara masih kami klarifikasi terlebih dulu dengan pihak-pihak terkait untuk berita tersebut," jelas Harris.
Insiden yang tercatat terjadi sekitar pukul 15.40 WIB itu masih menyisakan banyak pertanyaan. Masyarakat setempat pun tampaknya masih waspada, menunggu perkembangan penyelidikan lebih lanjut dari aparat.
Artikel Terkait
Persija Kalahkan Persijap 2-0, Jarak dengan Persib di Puncak Klasemen Masih Tujuh Poin
Tembok Penahan Tanah Longsor di Cianjur, Satu Pekerja Tewas Tertimbun
Tembok Penahan Tanah Longsor di Puncak Cianjur, Satu Buruh Tewas Tertimbun
Persijap Jepara Takluk 0-2 dari Persija, Pelatih Mario Lemos Akui Taktik Gagal