Video yang beredar di media sosial pada Sabtu (10/1) lalu benar-benar menyita perhatian. Rekaman itu menunjukkan seekor hewan air, diduga pesut mahakam, sedang berenang di perairan Desa Sei Paham, Kabupaten Asahan. Penampakannya yang tak biasa langsung memicu beragam spekulasi.
Namun begitu, dugaan awal itu dibantah oleh pihak berwenang. Menurut Suyono, Kepala Seksi KSDA III Wilayah Kisaran, hewan dalam video tersebut kemungkinan besar adalah lumba-lumba putih, bukan pesut asal Kalimantan Timur itu.
"Dari hasil pengamatan petugas secara peta digital, jarak ditemukannya lumba-lumba di Sungai Paham ke Muara Bagan Asahan (Laut Lepas Selat Malaka) sekitar 11 km,"
kata Suyono saat dihubungi Jumat (23/1).
Ia melanjutkan penjelasannya. Menurutnya, sangat kecil kemungkinan itu adalah pesut Mahakam yang tersesat jauh hingga ke Sumatera.
"Kalau yang terkait pesut itu setahu kami jenisnya memang ada di Mahakam. Tapi, apakah itu jenisnya yang sama dengan pesut Mahakam, saya pikir pastinya beda. (dugaan sementara) lumba-lumba,"
ucap Suyono.
Merespons video viral itu, tim gabungan dari KSDA dan Dinas Pertanian Asahan langsung bergerak. Mereka melakukan pencarian di lokasi keesokan harinya, Minggu (11/1). Sayangnya, usaha itu tak membuahkan hasil. Sang lumba-lumba putih tak lagi terlihat.
"Hari ketiga tidak ada ditemukan lagi di lokasi kemunculan pertama,"
ujar Suyono.
Ia punya analisa. "Kemungkinan pas pasang menuju sungai itu (Asahan). Yang mana hal ini lumrah untuk jelajah lumba-lumba pada umumnya. Posisi diduga lumba-lumba berenang bebas dan tidak dalam posisi terjebak atau terdampar,"
lanjutnya.
Dengan kata lain, penampakan itu hanyalah kunjungan singkat. Hewan tersebut diduga sudah aman kembali ke habitat aslinya.
"Diduga kuat lumba-lumba sudah kembali ke laut,"
kata Suyono menegaskan.
Di sisi lain, Suyono juga menyentuh soal tata kelola kelembagaan. Ia menjelaskan bahwa otoritas atas satwa seperti lumba-lumba kini telah beralih. Ini menyusul terbitnya Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 862 Tahun 2025.
"Terkait satwa lumba-lumba dan jenis-jenis tertentu, semula menjadi kewenangannya Kementerian Kehutanan sudah masuk ke Kementerian Kelautan dan Perikanan,"
pungkasnya.
Jadi, kemunculan misterius di Sungai Paham itu akhirnya mendapat penjelasan. Bukan pesut langka yang tersesat, melainkan lumba-lumba yang sedang menjelajah sebuah pemandangan yang memang kadang terjadi, meski tetap cukup langka untuk disaksikan.
Artikel Terkait
Menkeu Yakin IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini Meski Sempat Ambruk Jadi yang Terburuk se-Asia
Bayi 5 Bulan Tewas dalam Kecelakaan di Manado, Pengemudi Ditetapkan Tersangka
Andi Taletting Langi Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua IKA Politik Unhas Periode 2026-2030
Dua Pelajar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Perempatan Alun-Alun Purwodadi