Malam itu, Rabu 21 Januari 2025, udara sudah cukup gelap. Seorang anak perempuan berusia 11 tahun terlihat berjalan sendiri di jalanan Dusun Blanten, Ungaran. Dia berasal dari Pakintelan, Semarang, dan punya tujuan yang jauh: rumah neneknya di Munding, Bergas. Jarak yang harus dia tempuh? Sekitar 17 kilometer. Bayangkan, perjalanan yang butuh waktu lebih dari tiga setengah jam jika ditempuh dengan berjalan kaki.
Namun begitu, perjalanan malamnya terhenti sekitar pukul sembilan malam. Toro, seorang warga setempat, merasa heran melihat sosok kecil sendirian di jam segitu. Saat itu dia sedang hendak membeli lampu di toko elektronik.
"Saya ketemu anak ini sekitar pukul 21.00 WIB. Dia bertanya arah ke Munding Bandungan mana. Mungkin dia tahunya Munding itu Bandungan. Lalu saya tanya rumahnya mana, dia menjawab Pakintelan, Gunungpati," ujar Toro.
Dia pun tak tinggal diam. Setelah menghentikan bocah itu, Toro langsung membawanya ke Polsek Ungaran untuk diamankan. Dari situ, polisi mulai melacak identitas keluarganya.
Kanit Intelkam Polsek Ungaran, AKP Mulyanto, membenarkan kejadian itu. "Benar, kami mengamankan anak perempuan berinisial M (11), warga Gunungpati. Kami lakukan koordinasi dengan Polsek Gunungpati. Alhamdulillah, keluarga bisa kami hubungi," katanya pada Jumat (23/1).
Menurut pengakuan sang anak, dia berangkat usai mengaji sekitar pukul setengah tujuh malam. Bekalnya cuma mukena, sajadah, dan uang empat ribu rupiah. Niatnya sederhana: ingin bertemu nenek.
"Niatnya ke rumah neneknya di daerah Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang," jelas Mulyanto menirukan.
Di sisi lain, sang ibu, Rani (33), sudah dilanda kecemasan sejak lama. Putrinya pamit mengaji di musala dekat rumah sekitar pukul lima sore, tapi hingga pukul setengah delapan malam belum juga pulang. Rani sudah mencari ke mana-mana.
"Saya tunggu sampai 19.30 WIB karena biasanya pulang jam 18.30 WIB setelah ngaji dilanjut Magrib berjemaah. Saya cari ke rumah orang tua saya di sini, ke keluarga maupun rumah temannya juga tidak ada," kenangnya.
Rasa lega baru datang sekitar pukul sepuluh malam, saat Bhabinkamtibmas desanya datang memberi kabar. Rani pun segera menjemput anaknya ke Polsek Ungaran, sambil tak kuasa menahan haru.
"Saya terima kasih kepada warga yang menemukan anak saya, kepada Bapak polisi dan pihak-pihak yang membantu saya," ucap Rani, penuh rasa syukur.
Peristiwa ini jadi pengingat untuk banyak orang tua. Polres Semarang mengimbau agar pengawasan pada anak lebih ditingkatkan. Beri pemahaman tentang bahaya di luar rumah, dan pastikan komunikasi selalu terjalin saat si kecil hendak pergi ke mana pun. Sebuah kejadian yang berakhir baik, tapi bisa saja berakhir lain.
Artikel Terkait
PSM Makassar Takluk 2-0 dari Bali United Usai Kartu Merah di Babak Pertama
Tabrakan Frontalka Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jalur Kereta Lumpuh Total
Harga Minyak Goreng Meroket, INDEF Ungkap Lonjakan Biaya Plastik Kemasan Ikut Jadi Pemicu
Dudung Abdurachman Dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Siap Buka Kanal Aduan 24 Jam dan Pangkas Birokrasi