“Kanada hidup karena AS. Ingat itu, Mark,” tantang Presiden AS itu di depan audiens Davos, menurut laporan kantor berita AFP. Kalimat itu langsung jadi headline di mana-mana.
Carney tentu saja tak terima. Sehari kemudian, di Quebec City, dia angkat bicara lagi. Kali ini, balasannya lebih tegas dan bernada nasionalis. “Kanada tidak hidup karena AS,” tegasnya. Suaranya lantang. “Kanada berkembang karena kami adalah orang Kanada.”
Jawaban itu rupanya memicu Trump untuk beraksi lagi. Kali ini, lewat unggahan di Truth Social. Trump mengumumkan pencabutan undangan bagi Kanada untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace), badan bentukan AS yang katanya untuk perdamaian global. Langkah itu dianggap banyak pengamat sebagai bentuk tekanan diplomatik yang tak biasa bahkan agak kekanak-kanakan.
Pertukaran caci ini memperlihatkan betapa rapuhnya hubungan dua sekutu lama. Dulu, perselisihan seperti ini biasanya ditangani di balik pintu tertutup. Kini, semuanya terjadi di depan publik, lewat pidato dan media sosial. Sungguh sebuah perubahan zaman.
Artikel Terkait
Hujan Deras Landa Jakarta, 30 RT Terendam dan Ratusan Warga Mengungsi
Sentul Jadi Tuan Rumah Rakornas Besar, 4.453 Pejabat Bahas Percepatan Program Prioritas
KPK Dalami Aliran Dana dan Perjalanan Ridwan Kamil Terkait Kasus BJB
Guru 2026: Masihkah Ada Ruang untuk Wibawa di Tengah Transaksi Pendidikan?