Ketegangan antara Donald Trump dan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, akhirnya meledak jadi pertikaian terbuka. Dalam beberapa hari terakhir, kedua pemimpin ini saling serang lewat kata-kata. Suasananya memanas.
Semuanya berawal dari pidato Carney di Davos, Selasa lalu. Forum Ekonomi Dunia (WEF) itu jadi panggungnya. Di hadapan para elite global, Carney bicara soal retaknya tatanan dunia. Menurutnya, aturan yang selama ini didiktekan Amerika Serikat mulai goyah. Dia tak menyebut Trump secara langsung, tapi pesannya jelas terdengar.
“Negara-negara berkekuatan menengah seperti kita,” ujar Carney, “harus siap menghadapi realitas baru: agresi dari kekuatan besar.”
Namun begitu, Trump tak tinggal diam. Esok harinya, di forum yang sama, dia balas menyerang. Dengan nada sinis, Trump menyebut Carney sebagai orang yang “tak tahu berterima kasih.”
Artikel Terkait
Hujan Deras Landa Jakarta, 30 RT Terendam dan Ratusan Warga Mengungsi
Sentul Jadi Tuan Rumah Rakornas Besar, 4.453 Pejabat Bahas Percepatan Program Prioritas
KPK Dalami Aliran Dana dan Perjalanan Ridwan Kamil Terkait Kasus BJB
Guru 2026: Masihkah Ada Ruang untuk Wibawa di Tengah Transaksi Pendidikan?