Tak berhenti di situ. Eksploitasi sumber daya alam kerap dipacu untuk memenuhi kebutuhan alat utama sistem pertahanan yang canggih. Yang lebih memprihatinkan, agama pun tak luput dari manipulasi. Ia dijadikan alat untuk memobilisasi emosi massa, sebuah rekayasa sosial yang berbahaya.
Dampaknya jelas. Gelembung epistemologi ini menggerus multikulturalisme, membahayakan keragaman, dan pada akhirnya memicu konflik sosial. Suasana yang sempit dan penuh prasangka.
Maka, di tengah arus informasi yang deras, menjaga kebhinekaan adalah sebuah keharusan. Kita harus tetap waspada terhadap menguatnya "gelombang" pemikiran yang seragam ini. Karena jika dibiarkan, ia bisa merusak keindahan tatanan hidup umat manusia yang berwarna-warni.
Penulis: Hasanuddin
Artikel Terkait
Kisah Pemaafan Jokowi yang Akhiri Penyidikan Tudingan Ijazah Palsu
Jakarta Masih Siaga, Hujan Ekstrem Diprediksi Berlanjut Besok
Anwar Usman Buka Suara Soal Polemik Raja Bolos di MK
Takziah Berujung Ricuh: Wanita Diamankan Usai Curi Uang Sumbangan Duka