Gelombang WNI Tersandung Sindikat Scam Berdatangan ke KBRI Phnom Penh
Operasi besar-besaran pemerintah Kamboja memberantas kejahatan siber ternyata berimbas langsung pada ratusan warga negara Indonesia di sana. Mereka yang sebelumnya terlibat dalam jaringan penipuan daring kini berbondong-bondong mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh, mencari jalan pulang.
Dubes RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, mengonfirmasi hal ini. Gelombang kedatangan warga itu terjadi tak lama setelah Perdana Menteri Kamboja memberi perintah tegas untuk menindak tegas jaringan scam yang beroperasi di berbagai wilayah.
“Perdana Menteri Kamboja menginstruksikan agar aparat hukum meningkatkan upaya pemberantasan kegiatan penipuan daring. Akibatnya, banyak sindikat scam mulai dari Poipet, Sihanoukville, Kampot, sampai Tbong Khmum membiarkan pekerjanya keluar,”
ujar Santo dalam sebuah keterangan video.
Dampaknya langsung terasa. Cuma dalam dua hari, 16 dan 17 Januari, tercatat 243 WNI datang ke KBRI. Mereka minta difasilitasi untuk dideportasi. Esoknya, pada tanggal 18, tambah lagi 65 orang. “Jadi totalnya selama dua hari terakhir sudah terdapat 308 WNI yang melapor secara walk in ke KBRI setelah dikeluarkan dari sindikat penipuan daring,” kata Santo. Dan ini belum selesai. Dia perkirakan jumlahnya akan terus membengkak seiring operasi yang masih terus berjalan.
“Karena upaya pemberantasan ini akan berlanjut, KBRI memprediksi masih banyak lagi WNI yang akan mengalir dari daerah ke Phnom Penh,”
tambahnya.
Kondisi mereka secara fisik disebut aman. Tapi masalah yang dihadapi beragam sekali. Ada yang sudah bertahun-tahun terjebak di bisnis haram itu, ada pula yang baru beberapa bulan. “Ada yang masih pegang paspor, ada yang paspornya disita sindikat. Ada yang overstay, ada yang izin tinggalnya masih valid. Ada yang ingin segera pulang, tapi ada juga yang masih ingin mencoba mencari pekerjaan lain di Kamboja,” jelas Santo. Situasinya benar-benar campur aduk.
Eksodus Usai Sang Bos Dideportasi
Di Sihanoukville, sebuah kota pesisir yang dikenal sebagai sarang bisnis ilegal, pemandangan tak biasa terjadi. Ratusan orang terlihat membawa koper, bahkan ada yang menggotong komputer, monitor, sampai hewan peliharaan mereka keluar dari Kasino Amber. Mereka adalah pekerja scam yang mulai hengkang setelah Chen Zi, salah satu bos paling dicari, ditangkap dan dideportasi ke China.
“Kamboja sedang bergejolak, sudah tidak aman untuk bekerja di sini,”
Artikel Terkait
Prabowo Gandeng 24 Profesor Inggris untuk Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Enam Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat di Gunung Bulusaraung Ditemukan
Kejagung Geledah Money Changer, Telusuri Aliran Dana Kasus Limbah Sawit
Prabowonomics di Davos: Gagasan atau Gincu Ekonomi?