Trump di Davos: Hanya AS yang Bisa Lindungi Greenland

- Rabu, 21 Januari 2026 | 22:36 WIB
Trump di Davos: Hanya AS yang Bisa Lindungi Greenland

Di tengah keramaian Forum Ekonomi Dunia di Davos, Donald Trump kembali mengangkat topik yang bagi banyak orang terdengar mustahil: membeli Greenland. Mantan Presiden AS itu, Rabu lalu, dengan lantang menyuarakan keinginannya untuk menguasai wilayah otonom Denmark itu. Menurutnya, langkah ini bukan cuma menguntungkan Amerika, tapi juga sekutu-sekutunya di Eropa.

“Hanya Amerika Serikat yang dapat melindungi daratan raksasa ini, bongkahan es raksasa ini,” ujar Trump, seperti dilaporkan CNN.

Ia melanjutkan, “Kami bisa mengembangkannya, memperbaikinya, dan menjadikannya baik untuk Eropa, aman untuk Eropa, dan baik untuk kita.”

“Itulah alasan saya meminta negosiasi segera. Untuk membahas akuisisi Greenland oleh Amerika Serikat, seperti yang telah kita lakukan di banyak wilayah lain sepanjang sejarah,” tambahnya, tanpa menyebut detail lebih lanjut.

Trump berargumen, keputusan melepas Greenland justru akan memperkuat NATO. Bukan mengancamnya. “Ini akan sangat meningkatkan keamanan seluruh aliansi,” tegasnya. Ia merasa hanya AS yang punya kemampuan nyata untuk mengamankan wilayah sebesar itu, mengingat kekuatan militernya yang ia sebut “jauh lebih besar daripada yang dipahami orang.”

Setiap sekutu, katanya, punya kewajiban mempertahankan wilayahnya sendiri.

Mengulik Sejarah Perang Dunia

Tak berhenti di situ, pidatonya merambah ke sejarah kelam. Trump menyinggung Perang Dunia Kedua, di hadapan para pemimpin yang hadir. Ia mengingatkan bahwa Denmark dulu hanya bertahan enam jam sebelum jatuh ke tangan Jerman.

“Mereka sama sekali tidak mampu mempertahankan diri, apalagi Greenland. Jadi Amerika Serikat yang terpaksa melakukannya, dan kami berhasil,” katanya.

Karena itu, Trump terkesan kesal dengan Denmark yang dianggapnya tidak tahu berterima kasih. Ia bahkan menyesali keputusan AS kala itu yang mengembalikan Greenland.

“Betapa bodohnya kita melakukan itu?” ujarnya dengan nada retoris.

“Kita mengembalikannya. Tapi lihat sekarang, betapa tidak berterima kasihnya mereka?”

Janji Tanpa Kekerasan

Meski keinginannya terasa kuat, Trump berusaha melunak dengan sebuah jaminan. Ia memastikan AS tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut Greenland. Padahal, menurutnya, hal itu sangat mungkin berhasil.

“Tapi saya tidak akan melakukannya. Oke? Sekarang semua orang bisa bilang, oh, bagus,” ucapnya, seolah menanggapi kritik yang mungkin muncul.

“Itu mungkin pernyataan terbesar saya. Orang-orang mengira saya akan pakai kekerasan. Saya tidak perlu. Saya tidak mau. Dan saya tidak akan,” tegas Trump berulang.

Namun begitu, ia bersikukuh pada tujuannya. Yang ia bayangkan adalah kepemilikan penuh, bukan sekadar perjanjian kerjasama atau sewa yang ditingkatkan.

“Yang kami minta adalah mendapatkan Greenland. Termasuk hak kepemilikan penuh. Sebab Anda butuh kepemilikan untuk mempertahankannya,” paparnya.

“Pertahanan tidak akan efektif kalau cuma sistem sewa,” pungkas Trump menutup pembahasannya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar