Penjual Baju Keliling di Sleman Cedera Kaki Akhirnya Berangkat Haji Setelah 15 Tahun Menabung

- Jumat, 24 April 2026 | 22:15 WIB
Penjual Baju Keliling di Sleman Cedera Kaki Akhirnya Berangkat Haji Setelah 15 Tahun Menabung

Yogyakarta Hidup memang kadang nggak adil. Tapi bagi Widya, keterbatasan bukan alasan buat menyerah. Perempuan paruh baya ini sehari-hari jualan baju keliling di wilayah Nogotirto, Gamping, Sleman. Kakinya cedera bekas kecelakaan tapi dia tetap jalan pelan-pelan dari satu kampung ke kampung lain. Kadang jalannya tertatih, napasnya ngos-ngosan, tapi senyumnya nggak pernah luntur.

Di balik dagangannya yang nggak seberapa, Widya punya mimpi besar: naik haji. Bukan sekadar mimpi, dia udah menabung selama belasan tahun. Setiap hari, dari hasil jualan baju yang kadang cuma dapat untung sedikit, dia sisihkan sebagian. Nggak banyak, tapi konsisten. Dua anak perempuannya juga jadi alasan dia terus bertahan.

Tapi, jalan menuju Tanah Suci ternyata nggak mulus-mulus amat. Dua minggu sebelum keberangkatan, Widya masih pusing mikirin biaya pelunasan. Ekonomi lagi seret, kaki sakit, hati was-was. Di situ dia akhirnya dateng ke kantor Kemenag Sleman, ketemu petugas Bina dan Pengendalian Haji.

“Awalnya saya cuma bantu ibu jual nasi uduk dan gorengan. Alhamdulillah dari situ saya bisa menabung dan akhirnya dapat porsi haji,” ujar Widya, Jumat, 24 April 2026. Suaranya pelan, tapi matanya berbinar.

Kepala Seksi Bina dan Pengendalian Haji Kemenag Sleman, Siti Bahrunah, ingat betul saat Widya datang. Wajahnya campur aduk antara bingung dan tertekan.

“Waktu itu Bu Puspa datang, curhat soal kondisi sakit dan ekonomi. Saya tanya mana yang lebih berat, dan beliau bilang keduanya. Tapi saat ditanya kesiapan berangkat, beliau tetap mantap. Saya sarankan untuk terus berdoa, karena pasti ada jalan,” jelas Siti.

Cerita Widya ternyata nggak cuma berhenti di meja petugas. Banyak pihak yang terusik hatinya. Bantuan pun datang nggak besar, tapi cukup buat nutup kekurangan. Widya akhirnya bisa melunasi biaya hajinya. Dan yang bikin makin haru, dia berangkat sendirian, tanpa pendamping. Kloter kelima, pekan depan, dia akan terbang ke Tanah Suci.

Di sisi lain, musim haji tahun 2026 ini cukup ramai. Kabupaten Sleman memberangkatkan 1.516 jemaah. Rinciannya: 1.407 jemaah reguler, 98 jemaah mutasi, 8 dari KBIHU, dan 5 dari luar daerah. Kloter pertama udah berangkat sejak Rabu, 22 April 2026.

Widya mungkin cuma satu dari ribuan jemaah. Tapi ceritanya beda. Ini bukan soal uang atau kesehatan semata. Ini tentang keyakinan bahwa setiap jalan punya jalannya sendiri. Dan kadang, jalan itu muncul dari langkah-langkah kecil yang nggak pernah berhenti.


Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar