Tim SAR Temukan Korban Ketiga di Gunung Bulusaraung

- Rabu, 21 Januari 2026 | 19:36 WIB
Tim SAR Temukan Korban Ketiga di Gunung Bulusaraung

Operasi pencarian di Gunung Bulusaraung kembali menemukan satu korban. Ini terjadi pada Rabu (21/1) siang, menambah daftar korban pesawat ATR 42-500 PK-THT yang berhasil ditemukan tim SAR gabungan.

Dengan temuan terbaru ini, totalnya kini menjadi tiga orang.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii, mengonfirmasi penemuan itu sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Lokasinya, kata dia, tidak jauh dari sektor-sektor pencarian yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Iya, sudah tiga korban yang ditemukan,” ujar Syafii di Makassar.
“Kami juga melakukan penyisiran di sektor 2 dan sektor 3,” tambahnya.

Sayangnya, informasi mengenai korban ketiga ini masih sangat terbatas. Syafii mengaku belum tahu pasti jenis kelamin atau kondisinya. Namun, dari laporan sementara yang diterimanya, keadaan korban tidak utuh.

“Berdasarkan informasi yang saya terima, lebih condong bahwa temuan tersebut berupa body part,” sambungnya.

Andalkan Evakuasi Udara

Evakuasi korban ketiga masih berlangsung saat laporan ini dibuat. Pihak Basarnas berharap bisa menggunakan jalur udara lagi, mengingat medan yang sangat berat. Cara itulah yang dipakai untuk mengevakuasi korban pertama dan dinilai paling efektif.

“Saat ini sedang dalam proses evakuasi dan kami mengharapkan bisa menggeser temuan tersebut ke titik evakuasi yang sama seperti yang dilakukan tadi pagi, karena itu merupakan jalur tercepat,” jelas Syafii.

Di sisi lain, nasib dua korban sebelumnya sudah lebih jelas. Korban pertama, seorang laki-laki, masih menunggu proses identifikasi. Sementara korban kedua telah dipastikan sebagai Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat yang berusia 33 tahun.

Jenazah Florencia telah diserahkan kepada keluarganya. Rencananya, malam ini jenazahnya akan diterbangkan ke Jakarta untuk dimakamkan di sana.

Pencarian di perbukitan terjal Bulusaraung ini kini memasuki hari kelima. Suasana di lokasi tetap tegang, meski ada sedikit harapan setiap kali tim berhasil membawa pulang seorang korban.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar