Sebenarnya, lokasi ekor pesawat sudah terlihat dari kejauhan sejak beberapa hari lalu. Sayangnya, tim tak bisa langsung mendekat. Kontur lereng yang terjal dan berisiko tinggi memaksa mereka untuk berhitung ulang.
“Kemarin sudah kita identifikasi secara visual, tetapi belum bisa menuju lokasi karena medan yang menantang,” ungkap Dody. “Tadi malam kami lakukan analisis dan rapat, kemudian membentuk tim khusus untuk menuju titik ekor.”
Langkah selanjutnya, penanganan black box akan mengikuti prosedur standar investigasi kecelakaan dan arahan pimpinan.
“Nanti langkah berikutnya akan kami laksanakan sesuai petunjuk pimpinan dan koordinasi dengan Basarnas serta pihak terkait,” ucapnya.
Harapannya besar. Kotak hitam ini dianggap kunci utama untuk mengungkap misteri di balik insiden naas tersebut.
Pesawat ATR tersebut hilang kontak pada Sabtu (17/1) siang, sebelum kemudian diketahui jatuh di kawasan gunung itu. Pesawat itu merupakan milik maskapai IAT yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Di dalamnya, tercatat ada sepuluh kru pesawat dan tiga penumpang yang semuanya merupakan pegawai KKP.
Artikel Terkait
Garis Batas Pulau Sebatik Dirapikan, Indonesia Dapat Tambahan 127 Hektare
Roy Suryo Laporkan Polda ke Komnas HAM, Klaim Penetapan Tersangka Ijazah Jokowi Langgar HAM
Kotak Hitam Pesawat Bulusaraung Ditemukan, Investigasi Kecelakaan Segera Dimulai
Yusril Soroti Ironi: Indonesia Sasaran Propaganda, RUU Penanggulangan Malah Ditolak