Keluarga Bawa Pulang Jenazah Pramugari dari Tebing 500 Meter di Pangkep

- Rabu, 21 Januari 2026 | 14:48 WIB
Keluarga Bawa Pulang Jenazah Pramugari dari Tebing 500 Meter di Pangkep

Suasana haru dan isak tangis menyelimuti RS Bhayangkara Makassar, Rabu (21/1) lalu. Keluarga akhirnya bisa membawa pulang Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep. Peti jenazahnya diserahkan langsung oleh Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr Muhammad Haris, didampingi perwakilan Indonesia Air Transport.

Di sisi lain, proses pencarian dan evakuasi untuk korban lain masih terus berlangsung. Hingga kini, tim gabungan masih berusaha menemukan delapan orang lainnya.

Felix, kakak almarhumah, tak bisa menyembunyikan dukanya. Suaranya sesak ketika berbicara. Meski begitu, ia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah berjuang.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Basarnas, TNI-Polri, Biddokkes Polda Sulsel, dan KKP. Secara khusus, untuk perusahaan adik saya, IAT dan Angkasa Pura. Semua sudah berusaha maksimal," ujar Felix di lokasi.
"Kami bersyukur. Setidaknya adik kami sudah ditemukan," sambungnya.

Rencananya, keluarga akan segera membawa jenazah Florencia ke Jakarta untuk dimakamkan. "Kami akan segera membawanya ke Jakarta," katanya lirih.

Felix juga menyisipkan doa untuk keluarga korban lain. Ia berharap mereka diberi kekuatan yang sama.

"Kami terus berdoa agar keluarga lain juga segera menemukan saudaranya. Semoga semua bisa pulang membawa orang yang dicintai," tuturnya.

Perlu diingat, jenazah Florencia ditemukan di lokasi yang cukup ekstrem: sebuah jurang sedalam 500 meter dari puncak gunung. Temuan itu terjadi Senin (19/1). Butuh waktu hingga Selasa malam untuk membawanya turun dan ke rumah sakit.

Namun begitu, proses identifikasi berjalan relatif cepat. Tim DVI gabungan langsung bekerja. Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Haris, memaparkan hasilnya dalam jumpa pers.

"Jenazah dengan nomor postmortem PM 62B.01 cocok dengan data antemortem AM004. Teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, perempuan, 33 tahun, beralamat di Apartemen Howard Tower, Pulau Gadung, Jakarta Timur," jelas Haris.

Kepala Pusat Identifikasi Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Mashudi, menambahkan detail teknis. Menurutnya, kondisi jenazah masih memungkinkan untuk identifikasi sidik jari yang optimal.

"Papiler sidik jarinya masih terbaca. Kami langsung ambil sidik jari jempol tangan kiri untuk dicocokkan," kata Mashudi.

Ia menegaskan, proses ini tak cuma mengandalkan alat. Semua diperkuat dengan pembuktian ilmiah melalui pencocokan data sebelum dan sesudah kematian. Mashudi pun menyakini betul bahwa jenazah dalam kantong yang diserahkan Basarnas itu adalah Florencia.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar