Pola serupa terlihat jelas pada kasus yang melibatkan anak-anak. Di sini, korban paling banyak berasal dari remaja berusia 13 hingga 17 tahun, dengan persentase mengejutkan: 56,21 persen. Siapa pelaku utamanya? Sekitar 29,6 persen di antaranya adalah pacar atau teman si korban.
Nah, inilah yang kerap menjadi jebakan. Relasi dekat antara korban dan pelaku menciptakan dilema yang amat berat. Di satu sisi, rasa takut dan trauma mendorong mereka mencari pertolongan. Namun di sisi lain, ikatan emosional atau ketergantungan justru menjadi tembok besar yang menghalangi langkah untuk melapor.
Kata Kapolri menutup pernyataannya. Situasi ini jelas membutuhkan pendekatan yang lebih sensitif, mengingat musuh yang dihadapi seringkali bersembunyi di balik pintu rumah sendiri.
Artikel Terkait
5,4 Juta Pekerja Ilegal: Pintu Terbuka bagi Perdagangan Manusia di Era Digital
Permainan Licin di Panggung Elite: Meritokrasi Hanya Ilusi?
Lahan Meikarta Dinyatakan Bersih, Siap Dibangun Rusun Bersubsidi
Nilai TKA Resmi Masuk Sistem, Menteri Muti Tegaskan Bukan Penghalang Masuk PTN