Namun begitu, Purbaya punya pandangan lain. Dia melihat fondasi ekonomi Indonesia sebenarnya lagi bagus-bagusnya, bahkan bertolak belakang dengan pelemahan nilai tukar yang terjadi. Intinya, secara fundamental, menurut dia, tidak ada alasan kuat untuk rupiah melemah sedemikian dalam.
“Yang penting adalah fondasi ekonomi kita arahnya berlawanan dengan nilai tukar pada saat ini. Jadi fondasi ekonomi membaik terus, sementara nilai tukar agak melemah,"
Jadi, di satu sisi ada data dan kegelisahan pasar. Di sisi lain, ada keyakinan menteri yang terdengar begitu mudah. Klaim "dua malam beres" itu masih terus bergema, meninggalkan tanda tanya besar: sebenarnya, sesimpel itukah?
Artikel Terkait
Keringat dan Kekuatan: Kisah Para Kuli Panggul Perempuan di Pasar Pabean Surabaya
Kejaksaan di Persimpangan: P21 atau P19 untuk Kasus Ijazah Jokowi?
Modus Palsu Catut Nama Pejabat Polda, Katering Yogya Nyaris Terkecoh
Klarifikasi yang Mengaburkan: Saat Kritikus Berbalik Memuji Kekuasaan