Dompet dan Buku Harian Pramugari Ditemukan di Lereng Bulusaraung

- Rabu, 21 Januari 2026 | 12:25 WIB
Dompet dan Buku Harian Pramugari Ditemukan di Lereng Bulusaraung

Ayahnya, Adi Saputra, masih ingat betul percakapan terakhir dengan putri sulungnya itu. Jumat malam, 16 Januari. Hanya beberapa jam sebelum pesawat lepas landas. Ada yang aneh. Esther tiba-tiba meminta maaf.

"Terakhir komunikasi malam Sabtu. Dia minta maaf kalau ada salah. Biasanya nggak begitu," ungkap Adi.

Bagi keluarganya, Esther adalah anak yang baik hati dan perhatian. Tak banyak menuntut. Sudah hampir tujuh tahun ia mengabdikan diri sebagai pramugari, menjadi tulang punggung sebagai anak pertama dari tiga bersaudara.

Ibunya, J. Siburian, juga teringat. Esther sempat mengabari bahwa dia sedang berada di Yogyakarta sebelum penerbangan menuju Makassar. Itu pesan biasa, yang kini terasa sangat luar biasa.

Kini, meski barang-barang pribadi putrinya seperti buku harian dan dompet telah ditemukan, Adi tak menyerah. Harapannya masih menyala.

"Saya berharap mukjizat Tuhan masih ada," katanya dengan keyakinan yang terdengar jelas. "Selama kami belum melihat Esther, mukjizat itu pasti masih ada."

Barang-barang pribadi Esther kini disimpan di posko utama untuk didata dan diselidiki. Di lereng Bulusaraung, pencarian terus berlanjut. Tim gabungan berjuang menembus medan terjal, berharap bisa membawa pulang semua yang masih hilang.


Halaman:

Komentar