Saya Percaya 100% IKN Itu Bagus.
Gimana nggak bagus, coba? Uang rakyat yang dipakai buat membangunnya mencapai lebih dari 100 triliun rupiah. Kalau hasilnya jelek, ya benar-benar keterlaluan. Coba lihat saja: gedung-gedungnya menjulang, desainnya hijau dan modern, penuh dengan teknologi canggih. Malam hari, lampu-lampu gemerlap menerangi kota baru itu. Memang keren pol. Tidak ada keraguan sedikitpun.
Tapi, ada satu pertanyaan yang terus menggelitik. Kapan, sih, rencananya pindah ke IKN? Ayolah, dengan dana sebesar itu, saat ini penghuninya baru sekitar 1.200 Aparatur Sipil Negara ditambah lima ribu lebih pekerja konstruksi. Jumlah yang sangat timpang dibandingkan dengan besarnya investasi.
Di sisi lain, harapan saya agar IKN sukses itu sangat besar. Gagal? Jangan sampai. Bayangkan saja, 100 triliun lebih tadi belum termasuk suntikan dana dari BUMN dan investor swasta. Harganya mahal sekali.
Makanya, saya selalu mendorong agar perpindahan itu segera dilakukan. Isi kota itu! Ini juga untuk kalian yang sangat antusias mendukung IKN. Dorong terus agar kota itu benar-benar hidup dan dihuni.
Alasannya sederhana tapi crucial. Per hari ini, untuk sekadar merawat gedung, jalan, dan taman-taman di IKN, diperlukan anggaran lebih dari 300 miliar rupiah per tahun. Angka itu setara dengan hampir 1 miliar rupiah per hari. Dan kebutuhan itu dipastikan akan terus membengkak seiring waktu.
Artikel Terkait
Transjakarta, MRT, dan LRC Catat Rekor 461 Juta Penumpang di 2025
Desa di Balik Hutan: Pemerintah dan DPR Bahas Nasib Ribuan Kampung Tertinggal
Dompet dan Buku Harian Pramugari Ditemukan di Lereng Bulusaraung
Tiga Guru Besar Siap Dukung Tifa di Sidang Kasus Ijazah Jokowi