Pukul 10.05 WITA, sebuah konferensi pers digelar untuk memberikan penjelasan pertama ke publik. Lalu, mendekati tengah hari, kabar duka pertama datang. Pukul 11.59 WITA, satu jenazah berhasil dievakuasi.
Hari itu ditutup dengan rapat koordinasi pada pukul 18.30 WITA untuk mengevaluasi pencarian. Senin pagi (19/1), koordinasi diulang lagi di posko terdekat, tepatnya di Kecamatan Baloci, Kabupaten Pangkajene.
Upaya terus berlanjut di tengah medan berat. Dan siang itu, pukul 14.20 WITA, korban kedua ditemukan.
Jasad seorang perempuan tersangkut di sebuah jurang, sekitar 500 meter dari titik serpihan utama. Kondisinya tak lagi bernyawa.
Dudy mengakui, operasi ini menghadapi tantangan yang sangat besar. Saat ia berkunjung ke lokasi pada Senin, cuaca benar-benar tak bersahabat.
Medan yang dihadapi pun ekstrem. Lereng gunung yang terjal dengan kemiringan mencapai 70-80 derajat, ditambah kondisi licin akibat hujan, memperlambat setiap langkah.
Di sisi lain, persiapan untuk tahap selanjutnya telah dilakukan. Basarnas telah menyiapkan sebuah lokasi di Lanud Hasanuddin untuk menampung semua puing pesawat yang berhasil dikumpulkan. Proses identifikasi korban oleh tim DVI Polda Sulsel juga akan segera dimulai.
Lalu, apa penyebab pasti kecelakaan ini? Pertanyaan itu masih menggantung. Hingga laporan ini dibuat, kotak hitam atau black box pesawat belum ditemukan.
Artikel Terkait
Gaji Sopir MBG Lebih Tinggi, Guru Honorer: Miris Hati Saya
Bupati Pati Dijerat Dua Kasus Korupsi, Nilainya Capai Miliaran Rupiah
Duel Gladiator Pelajar Berujung Patah Tulang di Sindangbarang
Makan Bergizi Gratis: Antara Harapan di Pesantren dan Bayang-bayang Keracunan