Kasus pembongkaran makam di TPU Kampung Gardu Junti, Serang, masih menyisakan teka-teki. Polisi, hingga Selasa kemarin, telah memeriksa keterangan tujuh orang saksi. Mereka yang sudah dimintai keterangan termasuk keluarga almarhum dan orang yang pertama kali menemukan kejadian itu.
“Belum (teridentifikasi pelakunya). Baru pemeriksaan saksi, dan sementara sampai hari ini sudah ada tujuh orang yang dimintai keterangan, termasuk keluarga almarhum dan orang yang pertama kali menemukan,”
Demikian penjelasan Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady, saat dikonfirmasi via telepon.
Dia menambahkan, penyelidikan masih terus digenjot. Timnya tak hanya memeriksa orang-orang yang dicurigai, tapi juga kembali ke TKP. Siapa tahu ada barang bukti yang terlewat, barang-barang milik pelaku yang mungkin tertinggal di lokasi.
Soal motif, Andi enggan berandai-andai. Untuk saat ini, fokusnya adalah mengumpulkan fakta. Yang jelas, ini adalah kejadian pertama di TPU yang sudah berumur lama itu. Dan korban pembongkarannya pun bukan tokoh masyarakat, melainkan warga biasa.
“Intinya masih dalam penyelidikan karena ini merupakan kejadian pertama selama ada kuburan itu, dan TPU tersebut sudah lama. Selain itu, makam yang dibongkar adalah makam warga biasa, bukan tokoh atau semacamnya,” ungkapnya.
Meski pelaku belum tertangkap, ancaman hukum sudah menanti. Andi menyebut, pelaku bisa dijerat Pasal 271 KUHP. Ancaman hukumannya? Penjara maksimal dua tahun, plus denda sebesar Rp 50 juta.
Hanya satu makam yang jadi sasaran. Namun, kejadian ini tentu saja mengusik ketenangan warga sekitar. Polisi berharap pemeriksaan terhadap ketujuh saksi itu bisa membuka jalan untuk mengungkap siapa dalang di balik aksi pencurian tulang belulang yang meresahkan ini.
Artikel Terkait
Gerindra Bantah Instruksikan Kader Miliki Dapur SPPG, Sebut Inisiatif Pribadi
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis, Pengusaha Swasta Jadi Orang Kepercayaan Mantan Wakil Kepala BGN
KPK Sita Rp200 Juta dan Mobil Mewah dalam Kasus Suap Audit BPK yang Seret Bupati Muara Enim
DPR Desak Kementerian Koperasi Rumuskan Indikator Keberhasilan Program Koperasi Desa Merah Putih