Tujuh Saksi Diperiksa, Motif Pembongkaran Makam Warga di Serang Masih Gelap

- Selasa, 20 Januari 2026 | 18:00 WIB
Tujuh Saksi Diperiksa, Motif Pembongkaran Makam Warga di Serang Masih Gelap

Kasus pembongkaran makam di TPU Kampung Gardu Junti, Serang, masih menyisakan teka-teki. Polisi, hingga Selasa kemarin, telah memeriksa keterangan tujuh orang saksi. Mereka yang sudah dimintai keterangan termasuk keluarga almarhum dan orang yang pertama kali menemukan kejadian itu.

“Belum (teridentifikasi pelakunya). Baru pemeriksaan saksi, dan sementara sampai hari ini sudah ada tujuh orang yang dimintai keterangan, termasuk keluarga almarhum dan orang yang pertama kali menemukan,”

Demikian penjelasan Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady, saat dikonfirmasi via telepon.

Dia menambahkan, penyelidikan masih terus digenjot. Timnya tak hanya memeriksa orang-orang yang dicurigai, tapi juga kembali ke TKP. Siapa tahu ada barang bukti yang terlewat, barang-barang milik pelaku yang mungkin tertinggal di lokasi.

Soal motif, Andi enggan berandai-andai. Untuk saat ini, fokusnya adalah mengumpulkan fakta. Yang jelas, ini adalah kejadian pertama di TPU yang sudah berumur lama itu. Dan korban pembongkarannya pun bukan tokoh masyarakat, melainkan warga biasa.

“Intinya masih dalam penyelidikan karena ini merupakan kejadian pertama selama ada kuburan itu, dan TPU tersebut sudah lama. Selain itu, makam yang dibongkar adalah makam warga biasa, bukan tokoh atau semacamnya,” ungkapnya.

Meski pelaku belum tertangkap, ancaman hukum sudah menanti. Andi menyebut, pelaku bisa dijerat Pasal 271 KUHP. Ancaman hukumannya? Penjara maksimal dua tahun, plus denda sebesar Rp 50 juta.

Hanya satu makam yang jadi sasaran. Namun, kejadian ini tentu saja mengusik ketenangan warga sekitar. Polisi berharap pemeriksaan terhadap ketujuh saksi itu bisa membuka jalan untuk mengungkap siapa dalang di balik aksi pencurian tulang belulang yang meresahkan ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar