Dia merasa kontribusinya untuk NATO luar biasa besar. "Saya telah melakukan lebih banyak hal untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara dibandingkan siapa pun sejak organisasi itu didirikan," tulisnya. "Kini NATO seharusnya melakukan sesuatu untuk AS. Dunia tidak akan aman kecuali kita memiliki kendali penuh dan total atas Greenland."
Ini bukan kali pertama Trump menyuarakan hal itu. Alasan strategis dan keamanan nasional selalu dia kemukakan untuk mendukung klaimnya bahwa Greenland semestinya jadi bagian dari Amerika Serikat.
Namun begitu, respons dari Denmark dan otoritas Greenland sendiri sangat jelas: mereka memperingatkan AS agar tidak mencoba-coba. Mereka berharap kedaulatan bersama atas wilayah itu tetap dihormati oleh semua pihak.
Greenland punya sejarah panjang dengan Denmark. Dulunya koloni, pulau ini kemudian menjadi bagian Kerajaan Denmark sejak 1953. Statusnya berubah lagi pada 2009, ketika Greenland mendapatkan otonomi yang memberinya kewenangan mengatur pemerintahan sendiri dan kebijakan dalam negeri secara mandiri.
Sumber: Sputnik/RIA-Novosti-OANA
Artikel Terkait
Buku Gibran Tak Lulus SMA Dijadikan Senjata, Akan Diterjemahkan dan Dikirim ke PBB
Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Polda Periksa 10 Saksi, Tiga Laporan Polisi Menumpuk
Tujuh Saksi Diperiksa, Motif Pembongkaran Makam Warga di Serang Masih Gelap
Dari SimCity ke RW: Kisah Ketua Termuda Cimahi yang Taklukkan Banjir dengan Modal Rp 30 Juta