Membedah KUHP & KUHAP Baru: Menentukan Arah Nasib Jokowi? Kawal Para Pejuang Membongkar Ijazah Palsu!
[Catatan Reportase Diskusi Publik Awal Tahun 2026]
Oleh: Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat
Koordinator Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis
Aula DHN 45 Gedung Juang di Jakarta riuh pada Senin, 19 Januari 2026. Suasana penuh semangat itu mengawali diskusi publik yang mengangkat isu panas: penerapan KUHP dan KUHAP baru serta nasib perjuangan membongkar kasus ijazah palsu. Atas nama pribadi dan tim, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para narasumber yang hadir.
Hadir memberikan pandangan, Dr. Azmi Syahputra, S.H., M.H. dari Universitas Trisakti, Dr. Maruarar Siahaan, S.H. (mantan hakim MK), dan Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, S.H. Tak ketinggalan, DR. Roy Suryo Notodiprojo, yang namanya melekat sebagai tersangka dalam kasus ijazah palsu Jokowi, juga hadir memberikan testimoni.
Sayangnya, dua ahli pidana lain berhalangan hadir. Namun, kehadiran para pejuang yang justru sedang berstatus tersangka menambah kekuatan forum. Mereka adalah Ibu Kurnia Tri Royani, S.H., Bang Rizal Fadilah, S.H., dan Bang Rustam Efendi. Keberadaan mereka di tengah tekanan justru menjadi simbol keteguhan.
Menurut sejumlah saksi, situasi memang berubah setelah ES dan DHL mendapat SP-3. Pilihan kedua tokoh itu untuk ‘berdamai’ dianggap sebagai strategi pecah belah. Dampaknya langsung terasa: Kurnia, Rizal, dan Rustam justru ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 22 Januari 2025.
Di sisi lain, forum ini juga diwarnai kehadiran banyak tokoh. Sebut saja Mayjen TNI (Purn) Soenarko, Dr. Muhammad Sa'id Didu (‘Manusia Merdeka’), dan Dr. Marwan Batubara dari Petisi 100. Ust Eka Jaya dari Ormas Pejabat, Bu Menuk Wulandari (ARM), Bunda Merry dari Lampung, hingga wartawan senior Bang Edy Mulyadi turut menyampaikan pandangan.
Aula yang penuh sesak oleh sekitar 250 peserta ini juga diramaikan oleh kehadiran mantan Ketua KPK Abraham Samad. Panitia dari Tim Advokasi dan relawan ARM bekerja keras di balik layar, mengatur registrasi hingga urusan teknis. Semuanya berjalan lancar, penuh semangat perjuangan yang terasa tulus.
Bang Syamsir Djalil membacakan pernyataan resmi. Bang Petrus Selestinus menyampaikan sambutan. Sementara Bang Syamsudin Alimsyah, meski tak banyak bicara, perannya vital untuk memastikan narasumber utama bisa hadir.
Inti dari semua materi dan tanggapan yang disampaikan cukup jelas. Forum sepakat dan berkomitmen penuh melawan apa yang mereka sebut sebagai kezaliman rezim Jokowi. Rezim dituding memanfaatkan aturan hukum yang baru untuk memecah-belah perjuangan membongkar ijazah palsu.
Artikel Terkait
Depresi Usai Dipalak Miliaran, Ibu Rumah Tangga Loncat dari Kapal Feri
Coki Pardede dan Malam Kelam yang Berujung Rehabilitasi
Adaptasi Live Action 5 Centimeters Per Second Segera Hangatkan Bioskop Indonesia
Ledakan di Restoran China Kabul Tewaskan 7 Orang, ISIS Klaim Tanggung Jawab