Lantas, bagaimana tanggapan pihak berwenang?
Staf AMC Basarnas Makassar, Arman Amiruddin, membenarkan bahwa ponsel Farhan telah diserahkan kepada sang pacar. "HP ini (milik Farhan) kami serahkan memang kemarin untuk bisa dibuka kuncinya. Karena lock-nya tidak bisa dibuka, kami buatkan surat pernyataan supaya bisa dibawa ke Makassar untuk dibuka," kata Arman di posko.
Arman menyebut, laporan dari keluarga sudah ditindaklanjuti. Basarnas telah berkoordinasi dengan kepolisian, tepatnya unit Cybercrime, untuk melacak posisi terakhir sinyal dari smartwatch tersebut.
"Sudah melaporkan ke Cybercrime Polda. Kami meminta supaya bisa dilacak koordinat terakhir untuk membantu kami," ujarnya.
Namun begitu, hasil dari pelacakan itu masih ditunggu. Arman juga memberikan catatan penting dari tim di lapangan. "Tim kami yang turun di lokasi dan yang menemukan barang ini, itu tidak ada sama sekali mendengar atau ada permintaan tolong suara dan lain sebagainya," sebut dia.
"Tapi melihat dari kondisi ini, kalau dilihat secara ada pergerakan, tapi untuk memastikan bahwa itu hidup atau seperti apa, kami belum bisa ini. Sambil menunggu laporan dari Cybercrime," tegas Arman, mencoba menyeimbangkan antara harapan dan realitas di medan.
Sementara itu, operasi pencarian terus berjalan tanpa henti. Hingga Senin (19/1), tim SAR gabungan telah menemukan dua korban. Satu korban laki-laki ditemukan Minggu (18/1), dan satu korban perempuan berhasil dievakuasi pada Senin (19/1).
Pesawat itu sendiri hilang kontak setelah menabrak lereng Gunung Bulusaraung. Upaya evakuasi terhadap korban lainnya masih terus dilakukan di medan yang berat itu, di tengah kabut harapan dari sebuah data di layar ponsel.
Artikel Terkait
Buaya Muara Nongkrong di Depok, Warga Sekolah Cemas
SBY Peringatkan Dunia: Geopolitik Memanas Bak Jelang Perang Besar
Mantan Wamenaker Noel Gerungan Diadili, Terima Gratifikasi Rp3,3 Miliar dan Motor Ducati
Cosplay Cokelat Saylviee: Dari Basis Penggemar ke Ledakan Viral di TikTok