Ini jelas soal persaingan bisnis, menurutku. Lihat saja, pasti ada yang ingin menjatuhkan pesaingnya. Tujuannya? Ya, supaya dapat porsi lebih besar dalam mengelola dapur MBG itu. Siapa sih yang nggak tergiur dengan model bisnis yang sudah terbukti stabil kayak gini?
Nah, yang bikin aku heran, baru-baru ini ada pernyataan lantang dari satu pihak. Mereka bilang, dapur yang dikelola oleh "Nganu" itu bersih-bersih saja, tak pernah ada laporan keracunan makanan.
"Dapur yang dikelola oleh Nganu, tidak pernah ada kasus keracunan."
Pernyataan itu justru memunculkan tanda tanya besar. Kok bisa? "Nganu" ini kan bukan pemain lama di bidang katering, tapi rekor keamanannya sempurna. Di sisi lain, dapur-dapur lain yang dikelola swasta malah kerap bermasalah, kasus keracunan kerap menghampiri.
Jadinya ya timbul kecurigaan. Apa iya ini murni soal kinerja? Atau jangan-jangan, ini cuma strategi untuk mendongkrak citra satu pihak saja? Bisa jadi, semua ini dimainkan agar "Nganu" itu mendapat jatah pengelolaan yang lebih luas. Permainannya kotor, kalau benar begitu.
(Daniel Hananya Sinaga)
Artikel Terkait
Hasil UTBK SM-KPN PNUP Diumumkan, Hampir Seribu Kursi Jalur Mandiri Tersedia
BULOG Bagikan 350.000 Paket Sembako untuk Buruh di Perayaan May Day 2026 Monas
Prakiraan Cuaca Sulsel 14 Juni: Cerah Berawan Dominan, Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Ringan
Qatar Curi Satu Poin Lewat Gol Injury Time, Imbangkan Swiss 1-1 di Laga Perdana Grup B Piala Dunia 2026