Suasana di SD Negeri di Kecamatan Kumpeh, Muaro Jambi, sempat tegang awal Januari lalu. Semuanya berawal dari sebuah penertiban rambut siswa yang berujung laporan polisi. Tri Wulansari, guru honorer berusia 34 tahun, kini justru berstatus tersangka. Pelapornya? Orang tua siswa yang disebut-sebut sebagai seorang toke sawit.
Sebenarnya, Tri sudah mengingatkan. Sebelum libur semester, dia mengimbau para murid agar kembali ke sekolah dengan rambut rapi: pendek dan tidak disemir. Tapi nyatanya, saat masuk sekolah, masih ada saja yang rambutnya panjang dan bahkan pirang. Maka, pada 8 Januari 2025, penertiban pun dilakukan dengan bantuan beberapa mahasiswa KKN.
Di sinilah masalahnya mulai. Salah satu siswa menolak saat rambutnya akan dipangkas. Tak hanya menolak, dia juga melontarkan kata-kata kasar ke arah gurunya.
“Secara spontan, saya menepuk mulutnya untuk menghentikan ucapan tidak pantas itu,” jelas Tri, menceritakan kejadian saat itu.
Artikel Terkait
Camavinga Absen Lawan Celta Vigo karena Sakit Gigi, Daftar Cedera Madrid Panjang
Bahlil Yakin Prabowo Mampu Jadi Penengah Konflik Iran-AS
PSM Makassar Siap Hadapi Malut United dengan Persiapan Matang dan Kebanggaan Berjersey
Bali United Kalahkan Arema 4-3 dalam Laga Dramatis yang Dihiasi Dua Gol Bunuh Diri