Uang Negara Digarong untuk Biaya Politik: Ini Kata Guru Besar Unair
Praktik korupsi di negeri ini sering disangka cuma urusan gaya hidup mewah dan rumah megah. Tapi, menurut Guru Besar FISIP Unair, Henri Subiakto, itu cuma kulitnya saja. Akar persoalannya jauh lebih dalam dan berbahaya: kekuasaan.
Henri menegaskan, uang negara yang digarong itu sebagian besar justru dipakai untuk biaya politik. "Korupsi itu bukan karena pelakunya tidak bisa makan," katanya.
"Yang paling besar kebutuhannya justru untuk politik untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan."
Pernyataan itu dia sampaikan lewat media sosial, Ahad (18/1/2026). Menurut dia, uang hasil korupsi dikumpulkan secara sistematis, terutama untuk membiayai kontestasi politik yang mahal. Baru setelah itu, sisa-sisanya dipakai buat beli mobil mewah atau tanah.
Logikanya sederhana tapi muram. Politik butuh dana besar. Nah, ketika kekuasaan jadi tujuan tunggal, cara-cara haram pun dihalalkan. Uang rakyat dikeruk habis-habisan cuma untuk mendanai ambisi segelintir orang.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Tantang Transparansi: 709 Dokumen Jokowi Masih Jadi Misteri
Banjir Rendam Cakung, Brimob Sigap Evakuasi Warga dan Dokumen Penting
Tim DVI Ambil Sampel DNA Keluarga Pramugari Korban Musibah Gunung Bulusaraung di Bogor
Menguak Peta Perang Global: Benarkah Islam Biang Keladi Konflik dan Kemiskinan?