Jakarta kembali digenangi air. Minggu pagi itu (18/1/2026), kawasan Gunung Sahari di Jakarta Pusat sudah terendam banjir. Tapi, lihat saja, aktivitas warga tak serta-merta berhenti. Mereka tetap berjalan, berkendara, dan berusaha melanjutkan hari meski air menggenang di mana-mana.
Penyebabnya sudah bisa ditebak: hujan deras. Sejak Sabtu malam, guyuran intensif mengguyur wilayah Jabodetabek tanpa henti hingga Minggu pagi. Akibatnya, jalanan berubah jadi kolam.
Pantauan di lokasi cukup jelas menggambarkan situasinya. Arus lalu lintas macet total. Kendaraan, baik motor maupun mobil, terpaksa merayap pelan-pelan. Banyak juga yang akhirnya menyerah memutar balik arah karena khawatir airnya terlalu dalam. Genangan itu menutupi hampir seluruh badan jalan, bikin para pengendara was-was.
Namun begitu, semangat untuk tetap jalan itu kuat banget. Beberapa pengendara terlihat nekat. Mereka memacu kendaraannya, mencoba menerobos genangan yang cukup tinggi, demi sampai ke tujuan. Sebuah pemandangan yang sekaligus bikin cemas dan kagum.
Di tengah kesibukan dan kesulitan itu, ada sisi lain yang muncul. Bagi anak-anak di sekitar lokasi, banjir ini justru jadi hiburan tak terduga. Mereka asyik bermain air, berlarian, dan tertawa di tengah genangan. Banjir yang bagi orang dewasa adalah musibah, bagi mereka berubah jadi wahana bermain dadakan.
Artikel Terkait
Prabowo Lepas Landas ke London dan Davos, Awali Perjalanan dengan Pertemuan Kilat di Halim
Ali Shaath Pimpin Rekonstruksi Gaza, Tandai Fase Baru Rencana Perdamaian
Para Pemimpin Gereja Yerusalem Serukan Penolakan Terhadap Zionisme Kristen
Hujan Deras Landa Jakarta, 23 Ruas Jalan dan 47 RT Terendam Banjir