Di sisi lain, ada juga yang melihatnya dari kacamata agama. Tindakan ini dianggap melanggar lebih dari satu prinsip.
tandas seorang pengguna media sosial.
Video kontroversial itu sendiri beredar dari sebuah akun Twitter.
Uangnya banyak tapi ga bisa beli otak.💩 pic.twitter.com/f7c3n09NAh
Gelombang kritik itu terus mengalir. Memang, aksi seperti ini bukan kali pertama terjadi. Tapi setiap kemunculannya selalu memantik perdebatan serupa: antara niat pamer dan anggapan kelalaian terhadap anak. Kali ini, sorotan lebih tajam karena objeknya adalah bayi yang sama sekali tak berdaya.
Nuansa narasinya jelas: kemewahan yang dipaksakan, justru berbalik jadi cibiran. Uang yang seharusnya simbol rezeki, malah berubah jadi bahan gunjingan. Ironis, bukan?
Artikel Terkait
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, 11 Orang dalam Penerbangan Yogyakarta-Makassar
Pohon Kebaikan Wan Daud: Puisi untuk Membangkitkan Singa Islam yang Tertidur
Dari Aceh ke Donbass: Kisah Briptu yang Desersi dan Jadi Tentara Bayaran Rusia
Senator Papua Kritik Lembaga Baru: Papua Butuh Dialog, Bukan Birokrasi