Di sisi lain, ada juga yang melihatnya dari kacamata agama. Tindakan ini dianggap melanggar lebih dari satu prinsip.
tandas seorang pengguna media sosial.
Video kontroversial itu sendiri beredar dari sebuah akun Twitter.
Uangnya banyak tapi ga bisa beli otak.đź’© pic.twitter.com/f7c3n09NAh
Gelombang kritik itu terus mengalir. Memang, aksi seperti ini bukan kali pertama terjadi. Tapi setiap kemunculannya selalu memantik perdebatan serupa: antara niat pamer dan anggapan kelalaian terhadap anak. Kali ini, sorotan lebih tajam karena objeknya adalah bayi yang sama sekali tak berdaya.
Nuansa narasinya jelas: kemewahan yang dipaksakan, justru berbalik jadi cibiran. Uang yang seharusnya simbol rezeki, malah berubah jadi bahan gunjingan. Ironis, bukan?
Artikel Terkait
Menkumham Yusril Kritik Parliamentary Threshold di Seminar Partai Nonparlemen
Pemerintah Pastikan Bonus Lebaran 2026 untuk Driver Ojol Cair Lebih Awal
Fiersa Besari Unggah Bukti Setoran Pajak Rp129 Juta, Tegaskan Kewajiban Wajib Pajak
Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi Kebangsaan dengan Mantan Kepala Negara dan Ketua Parpol