“Prabowo,” jawab Sahroni singkat.
“Ngomong ke?”
“Surya Paloh,” tutup politikus NasDem itu.
Namun begitu, seperti yang akhirnya kita ketahui, tawaran menggiurkan itu ditolak oleh Surya Paloh. Meski mendapat angin segar untuk memasukkan kadernya ke kabinet, sang ketua umum memilih agar NasDem tetap berada di luar pemerintahan Prabowo. Kendati demikian, Paloh tetap menegaskan dukungannya pada pemerintahan yang akan datang.
Alasan penolakannya sendiri cukup prinsipil. Menurut Paloh, NasDem tidak ikut serta dalam koalisi pendukung Prabowo di Pilpres 2024. Karena itu, rasanya tak etis bila kemudian ikut nimbrung menikmati jabatan. “Tidak ikut berkeringat kok ikut menikmati,” kira-kira begitu prinsip yang dipegangnya. Sebuah sikap yang jarang ditemui di gelanggang politik kita.
Artikel Terkait
Guru Besar Unair: Kriminalisasi Satire Ancaman Serius bagi Demokrasi
Rismon Sianipar Tantang Eggi Sudjana: Silakan Minggir dari Lapangan!
Target Pajak 2025 Jeblok Rp 271 Triliun, Proyek Yayasan Jadi Sorotan
Cinta yang Mencairkan Hati Raja Iblis: Kisah Fenomenal Love Between Fairy and Devil