Di sisi lain, guru yang dalam video itu terlihat dikeroyok siswa juga bersuara. Agus Saputra (AS) membawa kasusnya ke Polda Jambi. Keluarganya bilang, kondisi Agus cukup parah.
“Hasil visum sudah keluar. Dia mengalami luka fisik dan trauma berat. Kami minta keadilan,” tegas Nasir, kakak kandung Agus.
Sebenarnya, polisi setempat sudah berusaha mendamaikan. Mereka datang ke sekolah untuk mediasi. Tapi upaya itu mentok. Agus Saputra tidak hadir dalam pertemuan itu, sehingga dialog gagal total.
Karena jalan damai buntu, masing-masing pihak memilih jalur hukum. Siswa lapor ke polsek, guru lapor ke polda. Sekarang, polisi punya dua laporan yang harus diselidiki.
Mereka sedang mengumpulkan fakta dan keterangan untuk mengurai benang kusut ini. Siapa sebenarnya yang memulai? Apa pemicu sesungguhnya di balik insiden yang memalukan dunia pendidikan Jambi ini? Semua masih tanda tanya.
Artikel Terkait
Parkir Darurat Banjir Dihargai Rp1,5 Juta, Mobil Tetap Terendam
23 Desa di Kendal Terendam, Ribuan Rumah Tergenang Banjir
Ketika Mesin Pintar, Apakah Kita Masih Benar-Benar Belajar?
ETLE Genggam Resmi Beraksi, Pelanggar Lalin Jakarta Waspada