Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation, Berapa Gajinya?

- Jumat, 16 Januari 2026 | 19:25 WIB
Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation, Berapa Gajinya?

Nama Sri Mulyani kembali mencuat, tapi kali ini bukan di ranah kabinet. Mantan Menteri Keuangan itu baru saja ditunjuk untuk duduk di Dewan Pengurus Gates Foundation, yayasan milik Bill Gates dan Melinda French Gates. Pengumuman resminya keluar Selasa lalu, 13 Januari 2026.

Langsung saja, publik penasaran. Kira-kira, berapa sih gaji yang bakal diterima Sri Mulyani di posisi bergengsi ini?

Pertanyaan itu wajar. Soalnya, kita bicara tentang organisasi filantropi milik salah satu orang terkaya di planet ini.

Kisaran Gaji: Dari Nol Rupiah hingga Miliaran

Nah, soal kompensasi ini ternyata nggak sederhana. Berdasarkan data yang dihimpun, ada perbedaan besar antara peran di yayasan tersebut. Anggota dewan inti, seperti Bill dan Melinda sendiri, konon tidak terima gaji sepeser pun. Mereka fokus pada tata kelola strategis.

Tapi lain cerita untuk posisi eksekutif. CEO yayasan, Mark Suzman, pada 2020 dilaporkan mendapat gaji sekitar 1,176 juta dolar AS. Kalau dikurskan, itu setara dengan Rp 17,64 miliar lebih. Angka yang fantastis.

Lalu bagaimana dengan posisi penasihat? Biasanya, anggota komite penasihat menerima honorium per pertemuan, berkisar antara 4.000 hingga 5.000 dolar AS, atau sekitar Rp 60-75 juta.

Lantas, Posisi Sri Mulyani di Mana?

Ini yang menarik. Sebagai anggota Dewan Pengurus, posisi Sri Mulyani jelas berada di atas komite penasihat biasa. Namun, dia bukan eksekutif yang ngurusi operasional harian. Dia ada di level pembuat keputusan besar.

Dengan tanggung jawab seperti itu, wajar jika honoriumnya diprediksi lebih tinggi ketimbang anggota panel. Apalagi misinya berat: mengarahkan dana yayasan untuk isu-isu seperti pengentasan kemiskinan global dan pembangunan ekonomi yang inklusif. Besaran pastinya biasanya bisa dilacak melalui laporan keuangan publik yayasan.

Misi Besar untuk Dua Dekade ke Depan

Penunjukan ini bukan sekadar titel. Sri Mulyani bakal terlibat langsung dalam transformasi yayasan untuk 20 tahun mendatang. Fokusnya jelas: mengakhiri kematian ibu dan bayi yang sebenarnya bisa dicegah, memberantas ancaman penyakit menular mematikan, dan tentu saja, mengangkat jutaan orang dari jerat kemiskinan.

Soal alasan memilih Sri Mulyani, CEO Gates Foundation Mark Suzman punya penjelasan.

"Sri Mulyani membawa pengalaman yang sangat mendalam dalam membentuk hasil pembangunan ekonomi yang lebih adil. Keahlian ini penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan kami," ujar Suzman.

Yayasan sendiri menilai momen ini tepat. Dan Sri Mulyani tampaknya menyambut tantangan ini dengan serius.

"Dengan waktu 20 tahun untuk menciptakan dampak sebesar mungkin bagi mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bisa bergabung," kata Sri Mulyani dalam pernyataannya di situs web Gates Foundation.

Dia juga mengungkapkan, kolaborasinya dengan yayasan ini sudah berjalan sekitar sepuluh tahun terakhir, terutama untuk mendorong pemanfaatan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan. Jadi, kerjasama ini bukan hal yang benar-benar baru. Lebih seperti penguatan arah untuk langkah-langkah besar selanjutnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar