“Sebagai presiden, terdakwa punya kewajiban utama untuk menegakkan Konstitusi dan tunduk pada hukum. Nyatanya, justru sikap yang mengabaikan Konstitusi yang ia perlihatkan,” ucap Hakim Baek.
“Kesalahan terdakwa sangat berat,” tambahnya.
Meski begitu, ada secercah kabar baik untuk Yoon di persidangan ini. Untuk tuduhan pemalsuan dokumen resmi, ia dinyatakan tidak bersalah. Alasan klasik: kurangnya bukti.
Vonis lima tahun itu bukan akhir jalan. Yoon punya waktu seminggu untuk mempertimbangkan banding. Kalau dilihat, hukuman ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menginginkan ia mendekam sepuluh tahun.
Di berbagai kesempatan, mantan presiden itu bersikukuh. Ia selalu bersuara lantang, menyatakan bahwa tak ada satu aturan pun yang ia langgar saat memberlakukan darurat militer kala itu. Tapi pengadilan punya pandangan lain.
Artikel Terkait
Istri TNI Bantu Packing, Unggah Momen Haru Jelang Misi Gaza
Real Madrid Tumbang di Bernabéu, Getafe Menang Tipis 1-0
Kekalahan Telak PSM Makassar Picu Aksi Suporter Turun ke Lapangan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Surabaya Hari Ini, 3 Maret 2026