Dia secara khusus mendedikasikan keberhasilannya untuk keluarganya, yang disebutnya di barisan paling depan, sambil memohonkan rahmat untuk mereka semua.
Menurutnya, semangat untuk berprestasi dalam akademis itu warisan dari orang tuanya. Mereka selalu menekankan pentingnya belajar sejak Ibrahim kecil. Dalam unggahan yang sama, dia mengutip sebuah doa yang menyentuh:
Menariknya, Ibrahim cukup aktif di media sosial, baik di X maupun Instagram. Tapi untuk merahasiakan profilnya yang sekarang, dia memilih menggunakan foto masa kecilnya sebagai foto profil. Sebuah langkah yang bisa dimengerti, mengingat situasinya.
Di sisi lain, prestasi akademisnya ini seperti secercah cahaya di tengah kegelapan. Sebuah bukti bahwa semangat hidup dan tekad belajar seseorang bisa tetap menyala, meski diterpa tragedi yang begitu hebat. Kisahnya bukan cuma tentang angka 94 persen, tapi tentang ketangguhan seorang anak manusia.
Artikel Terkait
Saldo JakLingko Ludes Dicuri, Pelaku Berdalih Butuh Uang Beli Susu Anak
Medali Nobel Perdamaian Machado Berlabuh di Tangan Trump
Kiai Eko Tuding Bencana Aceh Sebagai Laknat, Warganet Geram
Pascabencana Sumatera, Satgas Fokus pada Membangun Lebih Tangguh