Banjir Kendal Meluas, Warga Berbondong-bondong Tinggalkan Rumah

- Jumat, 16 Januari 2026 | 08:40 WIB
Banjir Kendal Meluas, Warga Berbondong-bondong Tinggalkan Rumah

KENDAL - Genangan air masih menyelimuti sejumlah titik di Kecamatan Brangsong, Kendal, hingga Jumat pagi (16/1/2026). Luapan Sungai Waridin tak kunjung surut, bahkan kian meluas. Di beberapa tempat, ketinggiannya nyaris mencapai satu meter.

Kekhawatiran warga pun bertambah. Hujan yang masih turun membuat mereka waswas air akan terus naik. Banyak yang akhirnya memutuskan pergi, terlebih keluarga dengan anggota lansia dan anak-anak kecil. Mereka tak mau mengambil risiko.

Yang mengkhawatirkan, daerah yang sebelumnya aman mulai ikut terendam. Seperti Desa Kumpulrejo Kaliwungu dan Sidorejo Brangsong. Sejak subuh tadi, genangan mulai merayap masuk. Tingginya bervariasi, dari 70 sentimeter hingga satu meter.

Di sisi lain, tak semua warga mau meninggalkan rumahnya. Sebagian memilih bertahan. Namun begitu, petugas dari Polres Kendal sudah bergerak. Mereka menyisir lokasi-lokasi terdampak parah untuk memprioritaskan evakuasi kelompok rentan.

Pemantauan juga dilakukan tim gabungan BPBD Kendal dan Kodim setempat, salah satunya di Desa Kebonadem Brangsong. Situasinya terus dipantau.

Budi, salah seorang warga, memilih tak menunggu lebih lama. Air di dalam rumahnya sudah hampir setinggi satu meter. Dia akhirnya mengajak istri dan anak balitanya pergi, mencari tempat yang lebih aman di rumah saudara.

"Ini mau mengungsi, rumah kerendam hingga seatas lutut,"

Kata-katanya singkat, tapi cukup menggambarkan keputusasaan saat itu.

Menurut data terbaru dari BPBD Kendal, banjir kini sudah merambah lima kecamatan. Selain Brangsong, wilayah terdampak meliputi Ngampel, Pegandon, Kota Kendal, dan Kaliwungu Selatan. Cakupannya makin luas.

Penyebabnya tak lain adalah curah hujan tinggi yang memicu luapan di sejumlah sungai besar. Derasnya arus juga disebut-sebut membuat beberapa pintu air jebol. Kombinasi itulah yang akhirnya membawa banjir masuk ke pemukiman warga.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar