Malam Kamis (15/1) di Istana Kepresidenan Jakarta, suasana tampak sibuk. Di tengah kesibukan itu, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, menemui Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi biasa.
Brian, yang juga memegang peran sebagai Kepala Badan Industri Mineral, mengungkapkan inti dari pembicaraan mereka. Rupanya, dirinya sengaja dipanggil oleh Prabowo. Topik utamanya? Industri strategis nasional, dan bagaimana caranya agar semua proses bisa berjalan lebih cepat dari biasanya.
“Jadi, Pak Presiden ingin mendorong industri strategis, terutama industri mineral kritis di Indonesia. Tadi saya mendapatkan arahan agar dipercepat, teknologi segera dikuasai sehingga kandungan mineral kritis, rare earth salah satunya itu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat,”
Begitu penjelasan Brian usai pertemuan. Nada suaranya terdengar serius, penuh tekad.
Tak cuma itu. Dalam diskusi yang berlangsung cukup intens itu, mereka juga menyentuh soal mineral kritis untuk mobil nasional. Ya, Mobnas. Brian menyebut beberapa aplikasi rare earth memang dibutuhkan di sana.
Artikel Terkait
Model CIBEST dari Indonesia Jadi Perbincangan Hangat di Brunei
Kemenkes Bekukan Program Spesialis Mata RSUP Hoesin Usai Terungkap Iuran Paksa Rp 15 Juta per Bulan
Purbaya Ancang-ancang Hantam Rokok Ilegal, Aturan Cukai Baru Segera Diteken
Bayi Dijual Rp 25 Juta, Bidan Jadi Otak Sindikat Perdagangan Bayi di Medan