Arab Saudi Tegaskan Tolak Jadi Pangkalan Serangan AS ke Iran

- Kamis, 15 Januari 2026 | 16:25 WIB
Arab Saudi Tegaskan Tolak Jadi Pangkalan Serangan AS ke Iran

Riyadh. Ada kabar penting dari Timur Tengah. Arab Saudi secara tegas menyatakan, mereka takkan mengizinkan wilayah udara dan daratnya dipakai Amerika Serikat untuk melancarkan serangan militer ke Iran. Informasi ini, katanya, sudah disampaikan langsung Riyadh kepada Teheran.

Dua sumber yang dekat dengan lingkaran pemerintahan kerajaan membocorkan hal itu pada Rabu lalu. Waktu itu, Washington memang sedang bersikap keras, mengancam Iran dengan kemungkinan aksi militer.

Pesan dari Saudi itu muncul di saat ketegangan memuncak. AS sendiri sudah memperingatkan bakal membalas tindakan keras Iran terhadap para demonstran. Sementara dari sisi lain, Teheran tak kalah garang. Mereka berjanji akan menghantam aset-aset militer AS di kawasan jika diserang.

“Arab Saudi sudah bilang langsung ke Teheran. Mereka nggak akan ikut serta dalam aksi militer apa pun yang ditujukan ke Iran. Wilayah dan langit kami nggak akan dipakai untuk tujuan itu,” ujar seorang sumber dekat militer Saudi, seperti dikutip AFP.

Memang, kehadiran militer AS di Teluk cukup signifikan, termasuk di Arab Saudi. Namun, Riyadh rupanya memilih jalur hati-hati.

Di sisi lain, kantor berita Reuters melaporkan gelagat lain. Menurut mereka, serangan AS terhadap Iran bisa terjadi dalam hitungan jam saja. Seorang pejabat militer Barat yang enggan disebut namanya memberi pernyataan menegangkan.

“Semua sinyal menunjukkan bahwa serangan AS akan segera terjadi.”

Tapi, dia lalu menambahkan, mungkin ini juga bagian dari strategi. “Begitulah cara pemerintahan ini bertindak. Buat semua orang waspada, dengan ketidakpastian sebagai senjata.”

Laporan yang sama, yang mengutip dua pejabat Eropa, bahkan lebih spesifik. Mereka menyebut intervensi militer AS berpotensi terjadi dalam 24 jam ke depan.

Ada juga suara dari Israel. Seorang pejabat anonim di sana menyebut Presiden Trump tampaknya sudah memutuskan untuk menyerang. Meski begitu, skala dan rincian serangan yang dimaksud masih belum jelas betul.

Sementara ancaman menggantung, Iran tak tinggal diam. Sejak Rabu, otoritas setempat menutup wilayah udara mereka untuk sebagian besar penerbangan. Langkah ini jelas diambil sebagai antisipasi, di tengah gelombang protes dalam negeri dan ancaman serangan udara dari luar.

Berdasarkan data dari situs pelacak FlightRadar24, pemberitahuan penutupan (NOTAM) dikeluarkan Teheran tepat setelah pukul lima sore waktu Timur. Isinya jelas: semua penerbangan dilarang, kecuali penerbangan internasional yang sudah dapat izin khusus.

Peta lalu lintas udara di atas Iran dan sekitarnya pun langsung berubah. Rute-rute penerbangan terlihat berbelok menghindari wilayah udara Iran. Hanya lima pesawat saja yang terpantau masih berada di langit Iran saat NOTAM itu berlaku. Suasana mencekam, seolah menunggu sesuatu yang belum pasti.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar