Dokter Tifauzia Tyassuma, atau yang akrab disapa Dokter Tifa, kembali bikin panas suasana. Kali ini, pernyataannya menyasar kalangan pendukung Gibran di Solo, terkait akun anonim misterius bernama Fufufafa yang sudah lama jadi buah bibir.
Ia dengan yakin menyebut, akun kontroversial itu 99,9 persen milik Gibran Rakabuming Raka, sang Wakil Presiden sekarang. Klaimnya ini bukan asal ceplos, tapi katanya berdasarkan analisis mendalam soal perilaku dan neurosains yang sedang ia rangkum dalam sebuah buku.
"Saya melakukan analisis perilaku otak dan pola psikologis dari tulisan-tulisan akun Fufufafa. Ada indikasi kuat masalah pada aspek neuroscience behavior," ujar Dokter Tifa kepada awak media.
Pernyataan itu ia sampaikan Senin lalu, tepatnya saat mendatangi kantor Kemendikdasmen. Tujuannya, menagih kejelasan hukum soal surat penyetaraan pendidikan yang dulu pernah diterbitkan untuk Gibran. Tapi di sela-sela itu, ia juga melemparkan bom analisisnya.
Menurutnya, buku yang sedang ia garap, berjudul GIBRAN'S BLACK BRAIN, akan mengupas tuntas sosok Gibran dari berbagai sisi. Fokusnya? Analisis neuroscience behavior, neuropolitik, plus psikologi forensik terhadap ribuan unggahan akun Fufufafa yang pernah bertebaran di Kaskus dan media sosial lain.
Nah, satu temuan yang ia anggap cukup mencolok adalah pola aktivitas akun itu. Dianggap tidak wajar secara klinis. Ia menyoroti satu cuitan khusus, yang katanya belum pernah terpublikasi luas, dari tanggal 23 Juni 2014 pukul 01.57 WIB.
"Penulis ini mencuit pada tengah malam lewat. Secara medis, ini mengindikasikan adanya problem insomnia atau gangguan tidur pada subjek tersebut," paparnya.
Cuitan yang dimaksud isinya sarkastik banget, menyerang Prabowo Subianto rival politik ayah Gibran waktu itu. Serangannya personal, mulai dari hobi koleksi kuda sampai sindiran fisik yang cukup tajam.
Lalu, metode apa sih yang dipakai? Dokter Tifa pakai pendekatan Neuroscience Behavior atau Sains Perilaku Saraf. Intinya, ilmu yang nyambungin fungsi otak dan sistem saraf dengan perilaku yang keliatan. Dalam kasus Fufufafa, metode ini dipakai buat memetakan "sidik jari mental" si pemilik akun.
Caranya dengan melihat tiga hal utama. Pertama, Pola Impulsivitas: penggunaan diksi kasar dan sarkasme yang berulang menunjukkan amygdala (pusat emosi) lebih dominan ketimbang prefrontal cortex (pusat logika). Kedua, Ritme Sirkadian: cuitan larut malam mengindikasikan gangguan tidur yang bisa menurunkan fungsi frontal lobe, bikin seseorang sulit menahan diri. Ketiga, Neuropolitika: bagaimana otak merespons figur otoritas, yang mencerminkan sikap batin si subjek terhadap kekuasaan.
Dari riset yang ia lakukan, menggabungkan temuan teknis Roy Suryo dengan analisis perilaku saraf, Dokter Tifa merasa punya dasar kuat. Dari sekitar 5.000 cuitan, ia memilih 50 unggahan paling signifikan untuk dianalisis lebih dalam.
"Hasil analisis kami menunjukkan indikasi kuat. Saya berani katakan ada bukti bahwa akun Fufufafa ini 99,9 persen identik dengan Gibran Rakabuming Raka," tegasnya tanpa ragu.
Argumennya, meski identitas digital bisa disamarkan, pola perilaku saraf seperti gaya bicara dan waktu aktif sulit banget dipalsukan secara konsisten dalam jangka panjang. Semua temuan detail ini rencananya akan dibongkar habis dalam bukunya nanti.
"Silakan nanti masyarakat menilai sendiri hasil analisis saya di buku Gibran's Black Brain. Ini adalah upaya kami memberikan edukasi dari sudut pandang sains terhadap fenomena yang terjadi," tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana maupun dari Wakil Presiden Gibran sendiri soal klaim yang satu ini.
Di sisi lain, di media sosial X, ramai banget perbincangan netizen yang mencocok-cocokkan jejak digital akun Fufufafa dengan akun milik Gibran. Mereka seolah bilang, gak perlu jadi intelejen buat nebak siapa di balik akun itu. Beberapa screenshot perbandingan unggahan pun beredar luas, memperlihatkan kemiripan gaya dan konten.
Semua kini tinggal menunggu. Entah buku itu terbit, atau ada tanggapan resmi yang mematahkan analisis sang dokter.
Artikel Terkait
Polres Gowa Tangkap Pemuda Diduga Perkosa dan Sebar Foto Korban Remaja
NasDem Bone Kecam Pemberitaan Tempo Soal Wacana Merger dengan Gerindra
Arsenal Lolos ke Semifinal Liga Champions Usai Imbang Lawan Sporting
Nenek 85 Tahun Penjual Cilok Raih Impian Haji dari Tabungan Receh Harian