Laporan-laporan mengerikan dari Iran sempat memenuhi berita. Namun, pernyataan terbaru dari Presiden AS Donald Trump justru menyiratkan situasi yang berbeda. Ia mengklaim bahwa pembantaian terhadap para pengunjuk rasa di negara itu telah berakhir.
Menurut sejumlah saksi, pernyataan Trump kali ini jauh lebih kalem. Berbeda sekali dengan nada mengancam dan serangan verbal yang ia lontarkan terhadap pemerintah Iran dalam beberapa hari terakhir.
“Pembunuhan di Iran sedang berhenti, sudah berhenti … dan tidak ada rencana untuk eksekusi,” kata Trump.
Ia menambahkan, “Mereka tidak akan melakukan eksekusi, yang selama beberapa hari terakhir banyak dibicarakan orang.”
Informasi baru soal Iran ini, katanya, “baru saja ia terima”. Trump mengaku mendapat laporan langsung bahwa tidak ada lagi pembantaian massal terjadi di sana. Sebuah klaim yang, tentu saja, masih perlu diverifikasi secara independen.
Padahal, sebelumnya situasinya sangat tegang. Trump berulang kali dan dengan kata-kata keras mengancam akan turun tangan jika otoritas Iran nekat membunuh para demonstran. Ancaman intervensi itu menggantung, menambah panas suasana.
Kini, nada itu berubah. Apa yang sebenarnya terjadi di lapangan? Masih belum jelas. Tapi pergeseran retorika dari Gedung Putih ini setidaknya memberi jeda sejenak dari ketegangan yang memuncak.
Artikel Terkait
100 Ribu Petani dan Nelayan dari Seluruh Indonesia Padati Gorontalo Sambut Presiden Prabowo di Puncak PENAS XVII
NBA Draft 2026: AJ Dybantsa Pilihan Pertama, Mega-trade Giannis ke Miami Guncang Brooklyn
Marco Palestra Pilih Chelsea, Inter Milan Gigit Jari — Transfer 55 Juta Euro Guncang Bursa
Cristiano Ronaldo Ukir Sejarah: Pemain Pertama Cetak Gol di Enam Edisi Piala Dunia