Trump Klaim Pembantaian di Iran Berakhir, Nada Ancaman Mendadak Redup

- Kamis, 15 Januari 2026 | 04:48 WIB
Trump Klaim Pembantaian di Iran Berakhir, Nada Ancaman Mendadak Redup

Laporan-laporan mengerikan dari Iran sempat memenuhi berita. Namun, pernyataan terbaru dari Presiden AS Donald Trump justru menyiratkan situasi yang berbeda. Ia mengklaim bahwa pembantaian terhadap para pengunjuk rasa di negara itu telah berakhir.

Menurut sejumlah saksi, pernyataan Trump kali ini jauh lebih kalem. Berbeda sekali dengan nada mengancam dan serangan verbal yang ia lontarkan terhadap pemerintah Iran dalam beberapa hari terakhir.

“Pembunuhan di Iran sedang berhenti, sudah berhenti … dan tidak ada rencana untuk eksekusi,” kata Trump.

Ia menambahkan, “Mereka tidak akan melakukan eksekusi, yang selama beberapa hari terakhir banyak dibicarakan orang.”

Informasi baru soal Iran ini, katanya, “baru saja ia terima”. Trump mengaku mendapat laporan langsung bahwa tidak ada lagi pembantaian massal terjadi di sana. Sebuah klaim yang, tentu saja, masih perlu diverifikasi secara independen.

Padahal, sebelumnya situasinya sangat tegang. Trump berulang kali dan dengan kata-kata keras mengancam akan turun tangan jika otoritas Iran nekat membunuh para demonstran. Ancaman intervensi itu menggantung, menambah panas suasana.

Kini, nada itu berubah. Apa yang sebenarnya terjadi di lapangan? Masih belum jelas. Tapi pergeseran retorika dari Gedung Putih ini setidaknya memberi jeda sejenak dari ketegangan yang memuncak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar