Kunjungan kerja Presiden Donald Trump ke sebuah pabrik di Michigan berubah jadi sorotan. Bukan karena pidato atau kebijakan, melainkan sebuah gestur tangan yang kini viral. Saat meninjau fasilitas produksi Ford F-150 di Detroit, Selasa lalu, Trump terlihat mengacungkan jari tengah ke arah seseorang di kerumunan.
Video singkat itu langsung membanjiri media sosial. Dalam rekaman itu, Trump berdiri di sebuah platform yang agak tinggi. Lalu, terdengar teriakan bernada kasar dari bawah. Presiden itu pun menoleh, wajahnya berkerut, dan melontarkan kata-kata yang tak terlalu jelas terdengar. Gerakannya berikutnya yang jelas: jari tengah tangan kanannya teracung.
Menurut sejumlah laporan, termasuk dari TMZ, teriakan itu berisi tuduhan serius bahwa Trump adalah "pelindung pedofil." Dalam versi audio yang lebih jernih, Trump konon membalas dengan makian yang diucapkannya berulang kali. Suasana yang semula rutin, mendadak tegang.
Gedung Putih tentu saja membela. Steven Cheung, Direktur Komunikasi, menyatakan reaksi presiden itu wajar. Ia menyebutnya sebagai respons langsung terhadap provokasi yang keterlaluan.
“Presiden menghadapi teriakan kasar dari seseorang yang emosional dan bertindak tegas sebagai bentuk respons,” jelas Cheung.
Di sisi lain, terungkap bahwa pelaku teriakan adalah seorang pekerja pabrik berusia 40 tahun, TJ Sabula. Perusahaan dikabarkan telah memberikan sanksi skors sementara kepadanya, menunggu penyelidikan internal lebih lanjut.
Namun, Sabula tampaknya tak gentar. Saat diwawancarai media, ia bersikukuh dengan tindakannya.
“Saya tidak menyesal telah menegurnya,” ujarnya singkat.
Insiden ini kebetulan atau mungkin tidak terjadi di tengah desakan publik yang kian keras. Banyak yang menuntut transparansi lebih lanjut soal dokumen kasus Jeffrey Epstein, sang finansial yang punya hubungan sosial dengan Trump di masa lampau. Epstein, yang dituduh melakukan perdagangan seks anak, ditemukan tewas di sel tahanannya pada 2019. Kematiannya yang dinyatakan bunuh diri itu masih menyisakan banyak tanya dan teori.
Memang, pemerintahan Trump sebelumnya setuju untuk membuka dokumen-dokumen Epstein itu. Tapi kenyataannya, Departemen Kehakiman AS dianggap lamban, belum juga memenuhi tenggat waktu perilisannya. Nah, gestur jari tengah di Detroit ini seolah jadi pengingat lain dari gaya politik Trump yang konfrontatif. Ia tak segan membawa dinamika ruang publik yang keras langsung ke hadapan kamera, menambah lagi daftar kontroversinya yang sudah panjang.
Artikel Terkait
Siswi SMA Hilang Terseret Ombak di Tebing Pantai Apparalang Bulukumba
ICW Desak KPK Periksa Menteri Agus Andrianto dalam Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA
POPSI Kritik PP Nomor 24 Tahun 2026, Nilai Aturan Ekspor Sawit Berpotensi Tak Transparan dan Rugikan Petani
PSM Makassar Dikaitkan dengan Pemain Kroasia Ivan Šarić untuk Musim Depan