Isu tentang RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing ternyata benar adanya. Pemerintah sedang menyiapkan draftnya.
“Memang akan ada,” begitu pengakuan Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, kepada TEMPO lewat pesan singkat, Selasa (13/1/2026).
Namun begitu, Yusril enggan merinci lebih jauh. Ia tak mau membocorkan apa saja yang bakal diatur dalam beleid kontroversial itu. Untuk saat ini, drafnya masih digodok di Kementerian Hukum.
“Saya sendiri belum baca, jadi belum bisa menjawab pertanyaan,” ujarnya.
Menurut Yusril, naskahnya kini ada di tangan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.
Upaya untuk mengonfirmasi Supratman sendiri belum membuahkan hasil. Hingga Selasa malam, ia belum merespons telepon atau pesan dari redaksi.
Di sisi lain, kabar ini sudah terdengar di kalangan pegiat. Wahyudi Djafar dari Raksha Initiatives mengaku telah mendengar desas-desus soal RUU tersebut. Yang membuatnya heran, naskah akademiknya muncul secara tiba-tiba.
Artikel Terkait
Babinsa Mimika Jadi Pelindung di Zebra Cross Saat Jam Sekolah
Razia Bekasi Ungkap Toko Kosmetik Bodong yang Jual Obat Keras
Kakorlantas Blusukan ke Cikampek, Pastikan Persiapan Operasi Ketupat 2026 Tuntas
Trump Balas Hinaan dengan Jari Tengah Saat Kunjungan ke Pabrik Ford