Pidato Berbahasa Inggris Siswa Bekasi Bikin Prabowo Terkesima di Peresmian Sekolah Rakyat

- Rabu, 14 Januari 2026 | 10:42 WIB
Pidato Berbahasa Inggris Siswa Bekasi Bikin Prabowo Terkesima di Peresmian Sekolah Rakyat

"Bapak jangan stop ya. Sekolah Rakyat ini membantu kami yang orang biasa, yang sederhana, yang tidak mampu... Makasih ya Bapak sudah mengadakan Sekolah Rakyat," kata Kirana.

Jadi Rumah Baru

Ceritanya lain lagi dengan Anisa Saharia yang berusia 15 tahun. Gadis asal Kupang, NTT, ini punya latar belakang hidup yang tak mudah. Ayahnya wafat saat ia masih kecil, ibunya menikah lagi dan merantau. Ia tinggal dengan kakaknya.

Uniknya, di SRMP 19 Kupang, Anisa adalah satu-satunya siswi Muslim dan berhijab. Dari 100 siswa, 86 Protestan, 13 Katolik, dan hanya dirinya yang Islam. Tapi justru di sini, ia belajar tentang toleransi.

Dulu, Anisa sering minder. Tubuhnya yang lebih besar membuatnya jadi bahan ejekan. Ia pendiam, suka memendam perasaan. Saat pertama masuk Sekolah Rakyat, kegugupan itu kembali.

"Perasaan Anissa saat masuk gugup. Tapi sesudah beberapa bulan, Anissa sudah berani. Karena sudah mempunyai teman yang banyak," ujarnya.

Lingkungan yang melarang perundungan memberinya ruang untuk percaya diri. "Di sini dilarang membully. Jadi saya mulai percaya diri," katanya.

Meski salat sendirian di musala, ia tak merasa dikucilkan. Malah, teman-temannya penasaran dan mau ikut. Namun, ada saat-saat yang berat. Seperti saat jadwal kunjungan orang tua. Melihat teman-teman dipeluk keluarga, hatinya perih.

"Kayak kawan-kawan dipeluk, Anisa tidak dapat dipeluk orang tua... Anissa ingin dipeluk," ucapnya sambil terisak.

Namun begitu, Anisa bersyukur. Di Sekolah Rakyat, semua kebutuhannya terpenuhi: asrama, seragam, perlengkapan sekolah, dan makanan yang layak gratis.

"Di sini makannya enak, kayak makan daging. Kalau di rumah makan apa adanya," ujarnya.

Harapannya sederhana: jadi anak yang berhasil dan membanggakan keluarga. Ia berterima kasih pada Presiden Prabowo.

"Terima kasih Bapak Prabowo... Saya doakan Bapak Presiden sehat selalu," katanya.

Bagi Anisa, dan mungkin banyak siswa lainnya, Sekolah Rakyat lebih dari sekadar tempat belajar. Ini adalah rumah baru. Sebuah program yang didedikasikan negara untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem lewat pendidikan. Dengan sistem asrama penuh yang ditanggung negara, anak-anak dari keluarga paling membutuhkan mendapat kesempatan untuk mengubah nasib mereka sendiri.


Halaman:

Komentar